LINK serap Rp 514 miliar capex selama semester satu



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang semester pertama tahun ini, PT Link Net Tbk telah menggunakan Rp 514 miliar dana belanja modal atau capital expenditure (capex). Perusahaan tersebut menggunakan sebagian besar dana belanja modal untuk menambah infrastruktur jaringan.

Menurut catatan internal Link Net per 30 Juni 2018, sebanyak 2.760.000 homepass telah terpasang. Adapun penambahan homepass pada tahun ini terjadi di wilayah yang memang sudah mereka rambah sebelumnya. Sebut saja Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Batam dan Bali.

Manajemen Link Net mengatakan, fokus ekspansi jaringan pada tahun ini memang masih lebih banyak berkutat di wilayah yang sudah masuk dalam jaringan mereka, yakni Jawa, Sumatra dan Bali. Meskipun demikian, perusahaan yang tercatat dengan kode saham LINK di Bursa Efek Indonesia tersebut tetap mencari peluang ekspansi di area baru.


Namun, ekspansi di area baru mempertimbangkan sejumlah perhitungan bisnis. "Market seperti apa, apa sudah ada kebutuhan, populasi bagaimana, sehingga untuk membuka jaringan ada beberapa kriteria sebagai indikator," ungkap Santiwati Basuki, Deputy Chief Marketing Officer PT Link Net Tbk saat dikonfirmasi KONTAN, Rabu (25/7).

Sebenarnya, Link Net sudah memiliki daftar wilayah atau kota baru yang menjadi target incaran. Hanya, mereka masih merahasiakan informasinya. Manajemen perusahaan hanya mengatakan, lokasi yang diincar berada di Jawa.

Yang pasti, area selain Jawa, Sumatera dan Bali, belum menjadi prioritas Link Net. Untuk wilayah Indonesia bagian Timur, misalnya, mereka memastikan belum memasukkan area tersebut dalam daftar target ekspansi jangka pendek.

Melalui berbagai ekspansi infrastruktur jaringan, Link Net berharap bisa semakin mudah mengejar pertumbuhan kinerja pada tahun ini. "Kami tetap fokus pada pertumbuhan pendapatan 13% - 14%, jadi tidak ada revisi target," tandas Santiwati.

Asal tahu, sepanjang tahun 2017 Link Net membukukan pendapatan Rp 3,39 triliun. Jadi, target minimal pertumbuhan pendapatan tahun ini setara dengan pendapatan Rp 3,83 triliun

Kalau untuk laba bersih, Link Net tidak membeberkan targetnya. Sebagai informasi saja, tahun lalu perusahaan tersebut mengantongi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih Rp 1 triliun.

Selain menambah jaringan, Link Net akan mengejar pertumbuhan kinerja lewat peningkatan kualitas produk dan layanan. Termasuk, menyodorkan inovasi baru. Tujuan perusahaan tersebut adalah memberikan nilai lebih kepada pelanggan.

Sementara itu, dari Januari hingga Juni 2018 Link Net mencatatkan pendapatan Rp 1,85 triliun dan laba bersih Rp 546,82. Kalau dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy), pendapatan semester I 2018 naik 12,12%. Sementara laba bersih tumbuh 11,54% yoy.

Sugeng Adji

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News