KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform dompet digital PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) mencatatkan pertumbuhan kinerja pada semester I-2026. Chief Finance & Strategy Officer LinkAja Wannahari Harahap mengatakan, perusahaan membukukan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) tumbuh lebih dari 200% secara Year on Year (YoY) pada semester I-2026. Dia bilang, pencapaian itu mencerminkan peningkatan signifikan dalam kinerja operasional perusahaan. Pada periode yang sama, Wannahari mengatakan laba bersih LinkAja juga tumbuh lebih dari 100% secara YoY. Dia menyebut pencapaian itu yang menunjukkan penguatan kinerja keuangan perusahaan.
Dari sisi operasional, LinkAja mencatatkan pertumbuhan Monthly Active Users (MAU) sebesar 5% secara YoY pada Semester I 2026. Wannahari mengatakan pertumbuhan itu mencerminkan keberlanjutan engagement pengguna, seiring dengan pengembangan layanan dan perluasan ekosistem LinkAja.
Baca Juga: Ini Respons DANA Soal Perluasan Kebijakan MDR QRIS 0% Mulai Oktober 2026 “Pertumbuhan yang dicapai kami tidak hanya dilihat dari sisi angka, tetapi juga dari kualitas dan keberlanjutan bisnis. Oleh karena itu, kami terus membangun fondasi yang lebih sehat dengan mengoptimalkan kapabilitas finansial dan teknologi, sekaligus memperluas peluang melalui ekosistem dan strategic partnership,” ujarnya dalam media gathering di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026). Adapun LinkAja mencatatkan jumlah merchant sebanyak lebih dari 2,5 juta dan pengguna terdaftar lebih dari 92 juta. Sementara itu, LinkAja juga memperkuat transformasi bisnisnya dari platform pembayaran digital menjadi Financial Service Enabler yang menghubungkan berbagai kebutuhan finansial dalam ekosistem Business-to-Consumer (B2C), Business-to-Business (B2B), dan Business-to-Business-to-Consumer (B2B2C). Chief Executive Officer LinkAja Yogi Rizkian Bahar menuturkan, transformasi tersebut menjadi bagian dari strategi LinkAja untuk menciptakan nilai yang lebih besar melalui kolaborasi dengan ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN), institusi keuangan, perusahaan teknologi, serta berbagai mitra strategis. Dia bilang melalui kapabilitas, seperti
payment gateway, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), merchant payment, money transfer, incentive disbursement, account linkage, hingga solusi finansial bagi bisnis, LinkAja membangun konektivitas yang memungkinkan layanan keuangan hadir secara lebih terintegrasi di berbagai ekosistem. “Kekuatan kami terletak pada kemampuan untuk menghubungkan berbagai pihak dan menghadirkan value melalui kolaborasi. Ke depan, kami akan terus memperkuat kapabilitas tersebut untuk menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” ucapnya.
Baca Juga: BCA Tebar Dividen Interim Rp 3,07 Triliun, Ini Jadwal Pembagiannya Lebih lanjut, Yogi mengatakan LinkAja akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemegang saham dan mitra strategis untuk menghadirkan solusi keuangan digital yang relevan bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
Dia mencontohkan, salah satunya melalui kolaborasi dengan Telkomsel, antara lain diwujudkan melalui DigiPOS yang memanfaatkan LinkAja sebagai payment currency bagi merchant dan reseller, sekaligus mendukung kebutuhan transaksi berbagai produk digital. Yogi menambahkan, LinkAja juga mendukung MyTelkomsel Account Linkage untuk menghadirkan kapabilitas layanan keuangan LinkAja ke dalam ekosistem MyTelkomsel. Melalui kolaborasi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dia bilang LinkAja turut memperluas akses layanan keuangan digital melalui layanan cash-in, cash-out, dan cardless withdrawal bagi pengguna. "Berbagai kolaborasi tersebut mencerminkan peran LinkAja sebagai Financial Service Enabler yang menghubungkan berbagai pihak dalam ekosistem digital, mulai dari BUMN, institusi keuangan, partner B2B, merchant, hingga ritel, untuk menciptakan solusi keuangan yang lebih terintegrasi dan bernilai," kata Yogi. (*) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News