KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform dompet digital PT Fintek Karya Nusantara atau LinkAja melihat transaksi
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menunjukkan tren peningkatan menjelang Lebaran.
Chief Executive Officer LinkAja Yogi Rizkian Bahar mengatakan secara bulanan, transaksi QRIS tercatat tumbuh sekitar 6%, jika dibandingkan bulan sebelumnya. "Kenaikan itu sejalan dengan meningkatnya aktivitas belanja dan mobilitas masyarakat, khususnya di merchant ritel dan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ditambah, adanya kebutuhan harian masyarakat menjelang Lebaran," katanya kepada Kontan, Jumat (13/3).
Bagi LinkAja, Yogi menyebut tren itu menunjukkan bahwa QRIS makin menjadi pilihan utama masyarakat dalam bertransaksi, terutama pada periode dengan intensitas transaksi tinggi seperti Ramadan dan menjelang Lebaran.
Baca Juga: Perkembangan Kasus DSI, Bareskrim Polri Lakukan Penyitaan Aset Senilai Rp 300 Miliar Pada periode Lebaran, Yogi memproyeksikan pertumbuhan transaksi QRIS bisa mencapai sekitar 20%, jika dibandingkan bulan biasa. Dia menyampaikan berdasarkan data internal, kontributor terbesar pertumbuhan tersebut berasal dari aktivitas di merchant, seiring meningkatnya kebutuhan belanja dan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran. Sepanjang 2025, Yogi menerangkan kinerja transaksi QRIS LinkAja mencatatkan pertumbuhan yang solid, baik dari sisi jumlah pengguna maupun volume transaksi. Secara tahunan atau Year on Year
(YoY), volume transaksi QRIS LinkAja tumbuh 20%, sedangkan jumlah pengguna QRIS meningkat 40% pada 2025. Untuk tahun ini, Yogi mengatakan target pertumbuhan LinkAja tetap diarahkan untuk sehat dan berkelanjutan. Dia bilang momentum Lebaran memang bisa menjadi salah satu pendorong penting kinerja perusahaan sepanjang tahun ini, tetapi bukan pendorong satu-satunya. "Kami memandang periode Lebaran sebagai akselerator, sedangkan pertumbuhan jangka panjang tetap ditopang oleh relevansi layanan dalam kebutuhan sehari-hari pengguna," ucapnya.
Untuk mendorong transaksi QRIS sepanjang tahun ini, Yogi menerangkan pihaknya fokus pada penguatan utilitas dan kehadiran LinkAja di titik-titik transaksi esensial, seperti merchant UMKM, transportasi, telekomunikasi, pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM), serta layanan publik. Khusus periode Ramadan dan Lebaran, dia bilang LinkAja juga menghadirkan program Buka Berkah Ramadan melalui LinkAja dan LinkAja Syariah, dengan menggandeng BAZNAS, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, hingga LAZISNU. Dia berharap kolaborasi itu juga bisa mendorong kinerja transaksi perusahaan.
Baca Juga: BTN Perbarui Operasional dan Modernisasi Cabang, Dorong Ekspansi Lebih Efisien Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News