KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lintasarta mencatat lonjakan trafik digital selama Ramadan Lebaran. Perusahaan ini mencatat, trafik layanan jaringan komunikasi data meningkat seiring tingginya aktivitas masyarakat dan sektor industri dari berbagai sektor mulai dari perbankan, transportasi, ritel, distribusi, hingga layanan publik. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Lintasarta melakukan optimalisasi kapasitas jaringan, memperkuat sistem monitoring berbasis kecerdasan artifisial (AI), serta menyiagakan Network Operation Center (NOC) dan tim operasional selama 24 jam penuh di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Kobexindo (KOBX) Optimistis Penjualan Alat Berat Terdongkrak Harga Komoditas Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta Zulfi Hadi mengatakan, transformasi operasional berbasis AI menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan di periode puncak. “Melalui kapabilitas Beyond AI Factory, kami tidak hanya melakukan monitoring jaringan, tetapi juga melakukan proactive maintenance terhadap kualitas layanan yang mendekati ambang batas, mengotomatisasi penanganan, serta meningkatkan kecepatan respons secara end-to-end,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (8/4/2026). Ia menambahkan, pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan sekaligus mempercepat proses pemulihan layanan. Sepanjang periode Lebaran, Lintasarta mencatat peningkatan signifikan dalam kecepatan penanganan gangguan. Waktu pemulihan jaringan meningkat hampir 60% dibandingkan tahun sebelumnya. “Penanganan gangguan menjadi lebih cepat karena didukung AI untuk analisis dan diagnostic, sehingga dampak terhadap pelanggan dapat diminimalkan,” jelasnya. Selain itu, dari sisi performa layanan, jumlah gangguan jaringan juga mengalami penurunan sebesar 20% secara tahunan. Penurunan ini didorong oleh peningkatan desain
High Availability (HA) dan penguatan
Point of Presence (PoP) di berbagai titik jaringan. Zulfi bilang, pengelolaan trafik juga dilakukan secara dinamis melalui optimalisasi
routing dan penerapan
contingency plan di titik-titik kritikal jaringan, guna memastikan distribusi data tetap optimal selama periode puncak. Ke depan, Lintasarta akan terus memperkuat strategi Beyond Infrastructure melalui pengembangan kapabilitas Beyond AI Factory, dengan mengintegrasikan teknologi AI dalam pengelolaan jaringan secara end-to-end.
Langkah ini juga didukung fondasi layanan 4C yang mencakup
connectivity, cloud,
cybersecurity, dan
collaboration, guna memperkuat ekosistem digital nasional yang terintegrasi. “Fokus kami bukan hanya memastikan layanan tetap berjalan, tetapi juga memastikan pelanggan dapat terus beroperasi tanpa hambatan di momen krusial,” tutupnya.
Baca Juga: Intraco Penta (INTA) Ungkap Penjualan Alat Berat Masih Tertekan, Imbas RKAB Tertahan Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News