KONTAN.CO.ID - Lionel Messi mengungkapkan keraguan mengenai kelanjutan karier sepak bolanya setelah sang ayah, Jorge Messi, meninggal dunia pada pekan lalu. Jorge Messi meninggal dunia pada usia 68 tahun di sebuah klinik medis di Rosario, Argentina, setelah lama menderita sakit. Kepergian sang ayah membuat Messi kehilangan sosok yang selama puluhan tahun menjadi salah satu pendukung terbesarnya dalam perjalanan karier.
Baca Juga: Iran Mengklaim Tak Ada Kemajuan Kesepakatan Damai Sementara dengan AS Melalui unggahan di Instagram, Messi menyampaikan penghormatan emosional kepada sang ayah sekaligus mengungkapkan kebimbangannya mengenai masa depan di dunia sepak bola. "Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan tanpamu. Aku tidak tahu bagaimana melangkah maju. Aku hanya bermain sepak bola dan sekarang aku memiliki banyak keraguan apakah aku akan terus melakukannya lebih lama lagi," tulis Messi dikutip
Reuters Rabu (12/8/2026). Jorge diketahui selalu mendampingi Messi sejak awal kariernya, termasuk ketika sang pemain masih merintis perjalanan di Barcelona. Ia juga menjadi sosok penting yang memberikan dukungan kepada Messi dan sempat bertindak sebagai perwakilannya selama beberapa tahun.
Baca Juga: Trump Menyatakan Pesawatnya Lebih Berisiko Imbas Perubahan Penerbangan Rahasia Sang Ayah Mendorong Messi Tampil di Piala Dunia Messi juga mengungkapkan bahwa salah satu alasan dirinya tetap tampil di Piala Dunia adalah keinginan sang ayah. Sebelum turnamen dimulai, kondisi kesehatan Jorge semakin memburuk. Namun, ia tetap meminta Messi untuk bermain di Piala Dunia. "Kamu selalu memintaku bermain di Piala Dunia terakhir dan beberapa hari sebelum turnamen dimulai, kondisimu memburuk," ujar Messi.
Baca Juga: Trader Prediksi The Fed Tahan Suku Bunga pada September 2026 Messi mengatakan, turnamen tersebut menjadi pengalaman yang emosional karena untuk pertama kalinya sang ayah tidak dapat hadir secara langsung menyaksikannya bertanding. Setiap kali pertandingan selesai, Messi selalu menunggu pesan dari ayahnya. Namun, situasi tersebut justru membuatnya semakin menyadari kondisi kesehatan sang ayah. Dalam turnamen tersebut, Messi sempat menunjukkan emosi yang kuat ketika mencetak gol dalam pertandingan pembuka Argentina melawan Aljazair. Ia bahkan menangis saat merayakan gol. Saat itu, Messi mengatakan air matanya tidak berkaitan dengan sepak bola, melainkan karena sedang melalui masa-masa sulit dalam kehidupan pribadinya. Gagal Juara, Messi Tetap Kenang Pesan Ayah Argentina akhirnya mencapai final Piala Dunia, tetapi kalah dari Spanyol melalui perpanjangan waktu sehingga gagal mempertahankan gelar juara. Messi mengatakan dirinya sebenarnya ingin memenangkan pertandingan final tersebut untuk sang ayah. Namun, secara fisik ia sudah tidak memiliki energi yang cukup. "Kakiku sudah tidak bisa melanjutkan lagi. Kali ini aku mencoba mendorong diriku melewati batas fisik, tetapi aku tidak bisa. Aku tidak pernah merasa baik-baik saja," kata Messi.
Baca Juga: Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Menyusut, Inflasi AS Naik Tipis Sesuai Ekspektasi Meski gagal menjadi juara, Messi mengatakan dirinya tetap bersyukur telah mengikuti turnamen tersebut. "Kami memang tidak menjadi juara, tetapi kamu tidak tahu betapa kami menikmati setiap pertandingan. Sekali lagi, kamu benar: aku harus berada di sana dan bermain," ujarnya. Di tengah kesedihan tersebut, Messi juga berjanji akan menjaga kenangan sang ayah melalui cara ia membesarkan anak-anaknya. "Aku akan sangat merindukanmu, tetapi kamu akan selalu hadir, terutama dalam cara aku membesarkan anak-anakku. Aku akan mengajari dan membesarkan mereka seperti kamu membesarkanku," kata Messi.