Lionel Messi Tutup Karier Internasional dengan Gol dan Air Mata



KONTAN.CO.ID - Lionel Messi menutup perjalanan panjangnya bersama tim nasional Argentina dengan malam penuh emosi.

Kapten Argentina itu mencetak satu gol dan menyumbangkan dua assist saat Argentina menang 3-0 atas Benin dalam laga persahabatan, Selasa (6/10/2026).

Pertandingan di Stadion Monumental, Buenos Aires, tersebut menjadi penampilan terakhir Messi bersama Argentina setelah 21 tahun membela tim nasional.


Baca Juga: China Tambah Cadangan Emas 23 Bulan Beruntun, Tembus 77,47 Juta Ons

Lebih dari 85.000 penonton memenuhi stadion untuk memberikan penghormatan kepada pemain berusia 39 tahun tersebut.

Laga perpisahan itu terasa lebih seperti perayaan nasional ketimbang pertandingan sepak bola. Sejumlah landmark di Buenos Aires dihiasi warna biru muda dan putih khas Argentina, sementara kembang api menghiasi langit di atas stadion.

Messi pun tak kuasa menahan air mata. Usai pertandingan, ia mengaku sulit mengungkapkan perasaannya setelah mengakhiri perjalanan panjang bersama tim nasional.

"Sulit untuk berbicara," ujar Messi.

"Ada banyak emosi dan banyak hal yang ada di kepala saya. Hal pertama yang saya pikirkan adalah ayah saya," lanjutnya, merujuk pada kepergian sang ayah baru-baru ini.

Messi mengatakan mengenakan seragam Argentina selama lebih dari dua dekade merupakan kebanggaan besar dalam hidupnya.

"Merupakan kebanggaan luar biasa bagi saya bisa mengenakan seragam ini selama ini, lebih dari 20 tahun," kata Messi.

"Rasanya akan sangat menyakitkan untuk tidak datang lagi. Sungguh, saya ingin terus datang seumur hidup saya, karena bermain untuk Argentina adalah hal terindah yang bisa terjadi pada Anda," sambungnya.

Baca Juga: Portofolio Kepemilikan Klub Lionel Messi, Ada 4 Tim Sepak Bola

Malam Perpisahan Messi

Penghormatan kepada Messi bahkan dimulai sebelum pertandingan. Di Rosario, kota kelahirannya, sebuah jersey raksasa bernomor 10 bertuliskan "Gracias" dibentangkan di National Flag Memorial.

Dalam perjalanan menuju stadion dari pusat latihan yang menyandang namanya, Messi terlihat menyeka air mata ketika ribuan penggemar memenuhi sisi jalan untuk memberikan penghormatan.

Momen emosional kembali terjadi sebelum kick-off. Kapten Benin memberikan hadiah dan surat kepada Messi saat kedua tim melakukan seremoni jabat tangan.

Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Messi mulai menunjukkan kelasnya. Ia memberikan assist kepada Nicolas Otamendi yang membuka keunggulan Argentina.

Otamendi telah bermain bersama Messi selama 17 tahun di tim nasional, termasuk dalam empat Piala Dunia. Bek tersebut juga mengakhiri karier internasionalnya dalam pertandingan yang sama.

Messi kemudian kembali menjadi kreator gol ketika memberikan umpan kepada Nico Paz untuk menggandakan keunggulan Argentina. Paz merupakan salah satu pemain yang disebut-sebut berpotensi menjadi penerus nomor punggung 10 Argentina.

Akhir yang sempurna datang ketika Messi mencetak gol ketiga melalui tendangan penalti. Gol tersebut menjadi gol internasionalnya yang ke-126 sekaligus memicu kembali sorakan "Messi, Messi" dari puluhan ribu penonton.

Baca Juga: Belanja Barang Mewah di AS Turun 6%, Industri Luxury Makin Tertekan

Peluit panjang kemudian menjadi penanda berakhirnya perjalanan Messi bersama Argentina. Para pemain, lawan dan wasit berkumpul mengelilinginya untuk memberikan pelukan.

Pertunjukan drone kemudian menerangi langit stadion, disusul penampilan penyanyi Argentina Soledad Pastorutti yang membawakan lagu "Brindis" sebagai bagian dari penghormatan terhadap perjalanan Messi bersama tim nasional.

Messi meninggalkan Argentina sebagai pemain dengan penampilan terbanyak, yakni 208 caps, sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional.

Kariernya bersama Argentina juga berubah drastis. Setelah bertahun-tahun mendapat tekanan untuk membawa kesuksesan di level internasional, Messi akhirnya mengantarkan Argentina meraih Copa America dan Piala Dunia.

Selasa malam, Argentina tidak lagi meminta Messi untuk menyelamatkan pertandingan. Negara itu hanya ingin mengucapkan satu kata kepada sang kapten: Gracias.