Lippo Cikarang (LPCK) Kantongi Pra-Penjualan Rp 902 Miliar, Sudah 53% dari Target



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) tercatat membukukan pra-penjualan (marketing sales) mencapai Rp 902 miliar, tumbuh sebesar 14% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya Rp 791 miliar. 

Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya minat pasar terhadap produk residensial, khususnya rumah tapak yang berkontribusi sebesar 69% dari total pra-penjualan.

Selama periode tersebut, LPCK berhasil membukukan pra-penjualan sebanyak 956 unit, didukung oleh proyek-proyek unggulan seperti Cendana Suites @ The Patio, NEO 5enses, dan The Allegra @ Casa De Lago yang terus mendapatkan respons positif dari pasar.


Baca Juga: Data Center Dongkrak Laba Puradelta (DMAS) 175%, Pendapatan Naik Tiga Kali Lipat Presiden Direktur Lippo Cikarang Agus Arismunandar menyampaikan pencapaian tersebut setara 53% dari target marketing sales tahunan perusahaan yang sebesar sebesar Rp1,70 triliun. “Pencapaian 53% dari target pra-penjualan tahunan pada semester pertama mencerminkan kepercayaan konsumen yang tetap tinggi terhadap produk kami,” ungkap Agus, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (31/7/2026). 

Ia melanjutkan, kinerja pra-penjualan ini didukung oleh kontribusi solid dari penjualan rumah tapak, apartemen, dan unit komersial. 

Pada saat yang sama, LPCK juga terus memperkuat portofolio produknya melalui peluncuran proyek-proyek baru, termasuk QXYZ Phase 6 (Neo North & Patio) serta Imagi Collection (@Neo & @The Patio), guna menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang. Sepanjang semester I-2026, LPCK membukukan pendapatan sebesar Rp1,62 triliun. 

Kinerja ini ditopang oleh tiga segmen utama, yaitu penjualan rumah tapak dan apartemen sebesar Rp 779 miliar, unit komersial sebesar Rp 330 miliar, serta jasa pengelolaan kota sebesar Rp 262 miliar. 

Ketiga segmen tersebut secara konsisten menjadi pilar utama dengan kontribusi sekitar 84% terhadap total pendapatan perusahaan. 

Sejalan dengan kinerja tersebut, LPCK mencatat laba kotor sebesar Rp 511 miliar dengan margin laba kotor meningkat menjadi 31%, dibandingkan 21% pada periode yang sama di tahun sebelumnya. 

Baca Juga: EBITDA BUMA International (DOID) Tumbuh Positif

“Peningkatan ini mencerminkan disiplin biaya yang baik serta strategi produk yang tepat sasaran dan tetap diminati pasar,” ujarnya. LPCK juga tercatat membukukan EBITDA sebesar Rp318 miliar pada semester I-2026, dengan EBITDA margin meningkat menjadi 20% dari 13% pada periode yang sama di tahun sebelumnya. 

“Ke depan, kami optimistis dapat melanjutkan kinerja positif ini dengan tetap berfokus pada kualitas produk, ketepatan waktu pembangunan, serta kepuasan pelanggan,” ujar Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News