JAKARTA. Kehadiran program jaminan kesehatan nasional tak menciutkan nyali Lippo Insurance mengembangkan bisnis asuransi. Anak usaha dari Lippo Group ini menawarkan produk asuransi yang mirip dengan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, bernama MediPlus. Chief of Sales Bank & Outlet Lippo Insurance, Nefri mengharapkan produk anyar ini mampu menjadi mesin pendapatan perusahaan. Sejak diluncurkan pada November tahun lalu hingga Senin (18/5), MediPlus memiliki 7.500 nasabah. "Sementara, pendapatan preminya dari tahun lalu sampai saat ini sudah lebih dari Rp 20,5 miliar," ujar Nefri, Senin (18/5). Menurut Nefri, Lippo Insurance tak khawatir berkompetisi dengan BPJS Kesehatan. Walaupun program BPJS Kesehatan bersifat mandatory, tetapi BPJS hanya memberikan layanan dasar. Sehingga, masyarakat harus membeli asuransi tambahan jika ingin manfaat lebih. Ceruk pasar inilah yang bakal dimanfaatkan oleh Lippo Insurance.
Lippo Insurance andalkan MediPlus
JAKARTA. Kehadiran program jaminan kesehatan nasional tak menciutkan nyali Lippo Insurance mengembangkan bisnis asuransi. Anak usaha dari Lippo Group ini menawarkan produk asuransi yang mirip dengan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, bernama MediPlus. Chief of Sales Bank & Outlet Lippo Insurance, Nefri mengharapkan produk anyar ini mampu menjadi mesin pendapatan perusahaan. Sejak diluncurkan pada November tahun lalu hingga Senin (18/5), MediPlus memiliki 7.500 nasabah. "Sementara, pendapatan preminya dari tahun lalu sampai saat ini sudah lebih dari Rp 20,5 miliar," ujar Nefri, Senin (18/5). Menurut Nefri, Lippo Insurance tak khawatir berkompetisi dengan BPJS Kesehatan. Walaupun program BPJS Kesehatan bersifat mandatory, tetapi BPJS hanya memberikan layanan dasar. Sehingga, masyarakat harus membeli asuransi tambahan jika ingin manfaat lebih. Ceruk pasar inilah yang bakal dimanfaatkan oleh Lippo Insurance.