Lippo perlebar sayap bisnis kesehatan di Singapura



JAKARTA. Grup Lippo berencana menambah portofolio bisnis kesehatannya. Lippo dikabarkan menaruh tawaran untuk menyerap sebagian saham yang dilepas oleh perusahaan asal Singapura, HEALTHWAY Medical Corporation.

Seperti dilansir dari the Business Times, Harga yang diajukan sebesar S$ 0,042 per saham. Dus, total transaksinya nanti mencapai S$ 103 juta atau sekitar Rp 1,34 triliun.

Lippo melakukan penawaran ini tidak secara langsung, melainkan melalui Gentle Care. Gentle care sepenuhnya merupakan anak usaha Valiant Leader. Namun, Gentle Care juga dimiliki oleh Lippo China Resources (LCR) dan Lippo Capital secara tidak langsung.


Harga yang ditawarkan Lippo tergolong premium, lantaran 5% lebih tinggi dibanding harga saham Heealth Care saat pengumuman rencana divestasi perusahaan medis tersebut diumumkan.

sayang, manajemen Lippo belum bersedia berkomentar terkait rencana ini. "Saya belum menerima informasi ini," ujar VP Head of Corporate Communications PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) Danang Kemayan Jati saat dimintai konfirmasinya, Rabu (8/2). Demikian pula dengan Investor Relation LPKR Mark Wong yang belum merespon konfirmasi yang diajukan.

Rencana akusisi ini dilatarbelakangi oleh prospek industri kesehatan yang cukup menjanjikan di Singapura. Pada saat yang bersamaan, Grup Lippo juga memiliki agenda untuk memperbesar bisnis kesehatannya.

Bukan hanya di Singapura. Di Indonesia, Lippo melalui PT Siloam International Tbk (SILO) juga terus memperlebar bisnisnya melalui akuisisi.

SILO pada pertengahan Januari lalu menyatakan akan mengakuisisi dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit Umum Sentosa di Bekasi and Rumah Sakit Graha Ultima Medika di Mataram. Hanya saja, manajemen SILO menekankan, proses akuisisi sangat bergantung pada hasil ulasan uji kelayakan.

Akuisisi ini akan dilakukan melalui perolehan kepemilikan 100% oleh Siloam atas Sentosa, sebesar Rp 26,5 miliar dan perolehan kepemilikan 100% oleh Siloam atas Graha Ultima sebesar Rp 155 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto