Lippo targetkan jual aset Rp 7 triliun per tahun



JAKARTA. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) memiliki strategi daur ulang modal guna menjaga peforma keuangannya. Salah satunya, menjaga target penjualan aset.

Tahun depan, ada sekitar dua aset perseroan yang masuk dalam pipeline. "Targetnya, setiap tahun ada penjualan aset $S 600 juta hingga $S 800 juta," imbuh Presiden Ditektur LPKR Ketut Budi Wijaya, Rabu (17/9).

Jika dihitung dengan rupiah, berarti setiap tahun, konglomerasi properti ini menargetkan pendapatan segar sekitar Rp 5,67 triliun hingga Rp 7,56 triliun. Ini merupakan strategi perseroan yang dilakukan setiap tahunnya.


Ketut bilang, setiap aset properti yang dimiliki LPKR yang cukup matang, akan dijajakan pada perusahaan investasi real estate (REITs) yang terafiliasi di Singapura yaitu Lippo Malls Indonesia Retail Trust (LMIRT).

Manajemen enggan merinci berapa tingkat kematangan yang dimaksud. Tapi untuk gambaran, belum lama ini LPKR mengalihkan asetnya, yakni Lippo Mall Kemang ke KMT1 Holdings Pte Ltd, yang merupakan entitas anak LMIRT. Lippo Mall Kemang dilepas setelah shopping center ini memiliki tingkat okupansi 92,8%.

"Penjualannya untuk afiliasi di Singapura, sehingga pengelolaannya masih kami pegang," pungkas Ketut.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia