Lirik Alat Berat China di Tambang, Putra Perkasa Abadi Klaim Hemat Solar Hingga 30%



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Star Wagen Indonesia (SWI), anak perusahaan PT Putra Perkasa Abadi (PPA) mulai menggunakan truk asal China dalam operasional pertambangan. Dengan menggunakan truk tersebut bahan bakar bisa lebih hemat hingga 30%.

Presiden Direktur PPA, Joko Triraharjo mengungkapkan, penggunaan truk hauling berbasis teknologi dieselelectric hybrid SANY SRT100S sebagai bagian dari strategi efisiensi energi di area tambang. "Teknologi hybrid relevan untuk kondisi operasional tambang yang belum sepenuhnya didukung infrastruktur kelistrikan," ujar dia, Selasa (10/2).

Joko menyampaikan bahwa sistem penggerak diesel-electric yang dilengkapi regenerative braking memungkinkan pemanfaatan energi secara lebih optimal, sehingga konsumsi bahan bakar dapat ditekan hingga sekitar 30% dibandingkan dengan unit konvensional di kelas yang sama.


“Efisiensi energi menjadi fokus penting dalam transformasi operasional tambang. Ini juga bisa mengurangi emisi secara bertahap,” ujar Joko.

Dia menyatakan, truk ini berkapasitas angkut hingga 95 ton dan volume vessel 70 meter kubik, unit ini mengandalkan motor listrik bertorsi besar yang memberikan tenaga instan sejak putaran awal.

Truk ini sangat cocok, kata dia mendukung akselerasi yang lebih responsif serta kemampuan menanjak yang lebih stabil, terutama pada jalur hauling dengan kemiringan tinggi.

Fathul Muin, Presiden Direktur Star Wagen Indonesia menambahkan, selain menekan konsumsi bahan bakar, penggunaan teknologi hybrid juga berdampak pada efisiensi biaya perawatan serta peningkatan keandalan unit, yang berkontribusi terhadap keberlanjutan operasi jangka panjang.

“SANY SRT100S memungkinkan operasi tambang berjalan lebih efisien, lebih aman, dan lebih adaptif terhadap arah pengembangan teknologi tambang ke depan,” ujarnya.

Selanjutnya: Dirut dan Komisaris DSI Ditahan, Bareskrim Pastikan Penelusuran Aset Tetap Berjalan

Menarik Dibaca: Perluas Akses Investasi, Maybank AM Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News