Alirkan listrik 4 desa di Ketapang, PLN kucurkan Rp 9,2 miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PLN Berhasil menghadirkan listrik ke 751 kepala keluarga di empat desa yang berada di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Dalam keterangan tertulisnya yang dirilis pada Minggu (11/7), PLN menyebut telah menginvestasikan anggaran senilai Rp 9,2 miliar untuk melistriki  empat desa tersebut atau setara dengan Rp 12,7 juta untuk setiap rumah pelanggan.

Keempat desa yang dialiri listrik meliputi Desa Batu Tanda, Desa Batu Payung, Desa Muntai dan Desa Air Dekakah.


“Saat ini sudah kami nyalakan listrik di 721 rumah pelanggan, selanjutnya secara bertahap akan kami nyalakan 329 potensi pelanggan lainnya,” kata Ari dalam keterangan tertulis, Minggu (11/7).

Baca Juga: PLN rampungkan tiga proyek kelistrikan di Jawa Tengah senilai Rp 104 miliar

Untuk menghantarkan listrik ke  Desa Batu Tanda, Desa Batu Payung, Desa Muntai dan Desa Air Dekakah,  PLN membangun perluasan jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 30,59 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 18 kms, dan 4 buah gardu distribusi dengan total kapasitas 500 kilovolt Ampere (kVA).

Suplai listrik ke empat desa tersebut  berasal dari sistem kelistrikan Air Upas dengan panjang jaringan distribusi sepanjang 135,19 kms.

Total panjang penyulang dari pangkal/PLTD sampai ke masing-masing desa bervariasi, yaitu sepanjang  56,89 kms ke  Desa Batu Payung, 44,9 kms ke  Desa Muntai, 25,4 kms ke Desa Dekakah,  dan  8 kms ke Desa Batu Tanda.

“Kami berharap keberadaan listrik PLN dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di desa tersebut. Kehidupan warga akan berubah menjadi lebih baik lagi,” ujar Ari.

Kepala Desa Muntai, Wiyono mewakili masyarakat desa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PLN yang telah melistriki desa mereka.

“Dengan adanya listrik, kehidupan kami akan berubah, ekonomi warga pun dengan sendirinya akan tumbuh, anak-anak merasa nyaman belajar di rumah,” tutur Wiyono.

Baca Juga: PLN Terapkan Bali Eco Smart Grid Untuk Mendukung Penggunaan Energi Surya

Sementara  itu,  Kepala Dusun SP3, Desa Batu Tanda, Rizal bersyukur atas masuknya listrik PLN ke desa mereka. Dengan aliran listirk itu, kata Rizal, masyarakat Desa Batu Tanda  bisa lebih menghemat pengeluaran rutin bulanan untuk membeli solar.

“Sebelumnya, untuk mengoperasikan mesin genset, kami harus mengeluarkan uang sekitar  Rp 800 ribu setiap bulannya untuk membeli solar, itu belum termasuk biaya perawatan jika sewaktu-waktu ada kerusakan,” ungkap Rizal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News