KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen alat berat asal China, LiuGong, memulai pembangunan Indonesia Green Smart Industrial Park di Kawasan Industri Karawang Artha Industrial Hill (KAIH), Jawa Barat. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada paruh pertama 2027 dan menjadi pabrik pertama perusahaan di Indonesia yang memproduksi alat berat elektrik. Pabrik ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi LiuGong untuk kawasan Asia Pasifik. Selain memenuhi permintaan regional, fasilitas tersebut secara bertahap juga akan memasok produk ke pasar Amerika Utara dan Eropa. Chairman of Guangxi LiuGong Group Co., Ltd. dan Guangxi LiuGong Machinery Co., Ltd., Zheng Jin mengatakan pembangunan kawasan industri tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk memperluas investasi di Indonesia.
"Indonesia Green Smart Industrial Park mencerminkan komitmen jangka panjang LiuGong terhadap pasar Indonesia. Kami akan terus memperdalam kemitraan di Indonesia dan kawasan ASEAN serta mendorong pembangunan industri yang berkelanjutan," ujar Zheng Jin dalam keterangan resmi, Selasa (22/7/2026).
Baca Juga: Dominasi Tambang Masih Kuat, Pesanan Alat Berat Trakindo Tembus 70% Pada tahap pertama, LiuGong akan membangun lini produksi excavator dan wheel loader elektrik dengan kapasitas hingga 5.000 unit per tahun. Pabrik tersebut akan mengadopsi teknologi manufaktur pintar, seperti
Automated Guided Vehicle (AGV), Rail Guided Vehicle (RGV), dan Manufacturing Execution System (MES) untuk mendukung digitalisasi proses produksi dan meningkatkan efisiensi operasional. Vice Chairman sekaligus President of Guangxi LiuGong Machinery Co., Ltd. Luo Guobing mengatakan fasilitas tersebut tidak hanya difungsikan sebagai pusat manufaktur, tetapi juga akan menjadi pusat riset dan pengembangan, pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi industri. Sebagai bagian dari proyek tersebut, LiuGong akan membangun Indonesia Product Application Research and Development (R&D) Center serta menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mendukung transfer teknologi dan pengembangan talenta lokal. "LiuGong akan mendirikan Indonesia Product Application Research and Development (R&D) Center serta bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada untuk mendorong transfer teknologi dan mengembangkan talenta lokal," kata Luo.
Baca Juga: Liebherr Luncurkan Ekskavator R 9100 G8, Bidik Efisiensi Operasional Tambang Perusahaan juga menargetkan peningkatan penggunaan komponen lokal melalui penguatan rantai pasok domestik. Langkah tersebut diharapkan mendukung strategi hilirisasi pemerintah sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem industri alat berat di Indonesia.
Di sisi pengembangan sumber daya manusia, LiuGong menyebut telah melatih lebih dari 900 siswa sejak bergabung dalam Program Kerja Sama Sekolah Tiongkok–Indonesia pada 2023. Saat ini, sebanyak 30 siswa mengikuti pelatihan profesional di kantor pusat LiuGong di China sebelum menjalani praktik kerja di fasilitas manufaktur perusahaan di Indonesia. LiuGong menilai pembangunan Indonesia Green Smart Industrial Park juga akan memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Kawasan Industri Karawang Artha Industrial Hill (KAIH) melalui pengembangan rantai pasok industri alat berat elektrik sekaligus mendorong masuknya investasi manufaktur berteknologi tinggi ke Indonesia.
Baca Juga: Lirik Alat Berat China di Tambang, Putra Perkasa Abadi Klaim Hemat Solar Hingga 30% Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News