LIXIL Dorong Kolaborasi demi Melahirkan Standar Baru Hunian Berkelanjutan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. LIXIL mendorong perannya dalam meningkatkan standar hunian dan ruang publik dengan memperkuat ekosistem arsitektur, melalui sinergi antara desain dan teknologi. Hal itu dilakukan sejalan dengan dinamika pembangunan di Indonesia yang kini tak hanya menekankan estetika, tetapi juga kualitas hidup melalui desain dan teknologi yang lebih sehat dan nyaman. 

Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia Arfindi Batubara menyampaikan bahwa prinsip gotong royong menjadi fondasi masyarakat dalam berkembang, termasuk dalam mendorong kemajuan pembangunan yang bergantung pada kekuatan ide dan kolaborasi. 

“Karena itu, LIXIL berkomitmen menjadi mitra strategis melalui semangat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung peningkatan kualitas ruang hidup sekaligus agenda pembangunan nasional,” kata Arfindi dalam keterangannyanya, Kamis (16/4/2026).


Baca Juga: Arsitektur Hijau Makin Diminati, OGRA 2025 Dorong Desain Atap Berkelanjutan

Ia juga menjelaskan bahwa LIXIL tidak hanya menghadirkan solusi fungsional, tetapi turut membuka akses terhadap perspektif dan peluang baru bagi para profesional. Komitmen itu diwujudkan lewat berbagai inisiatif, mulai dari partisipasi dalam forum industri seperti ARCH:ID hingga program seperti LADC dan LDAD, guna memperkuat kolaborasi dan mendorong terciptanya standar baru di ekosistem arsitektur dan desain.

LIXIL kembali ikut dalam ARCH:ID 2026, ajang arsitektur terbesar di Indonesia yang menjadi titik temu para arsitek, developer, interior designer, produsen material, hingga berbagai pihak pendukung lainnya. 

Di ajang itu, perusahaan dengan menghadirkan paviliun “OASE: Architecture in the Water Cycle” hasil kolaborasi dengan arsitek Adi Purnomo dan berbagai ahli. Paviliun ini tidak sekadar menampilkan produk, tetapi mengusung konsep keberlanjutan, di mana elemen seperti air dan tanaman bisa digunakan kembali untuk proyek lain.

Baca Juga: Transformasi Tempat Kerja Strategis, Permintaan Ruang Kantor Hijau Bakal Meningkat

Selain itu, OASE juga dirancang sebagai ruang edukasi yang mengajak pengunjung memahami hubungan antara air, sanitasi, lingkungan, dan perkembangan kota. Melalui kolaborasi lintas disiplin, paviliun ini diharapkan memberi pengalaman baru sekaligus menunjukkan pentingnya kerja sama dalam menciptakan solusi arsitektur yang berkelanjutan.

Paviliun LIXIL juga menjadi ruang pertukaran ide melalui sejumlah kegiatan, seperti “Step into the Oasis” pada 23 April 2026 untuk memperkenalkan konsep paviliun, serta Alun-alun Talks pada 24 April 2026 yang membahas pemanfaatan data lingkungan dalam desain arsitektur.

Melalui paviliun dan program ini, LIXIL ingin mendorong kolaborasi lebih luas sekaligus memperkuat dukungan terhadap ekosistem arsitektur yang adaptif dan berkelanjutan. Komitmen ini sejalan dengan visi jangka panjang LIXIL Environmental Vision 2050, yang menargetkan bisnis netral karbon, efisiensi air, serta peningkatan akses sanitasi global.

Arfindi menegaskan bahwa kolaborasi menjadi standar baru industri untuk menciptakan ruang hidup yang fungsional, estetis, dan berdampak positif bagi lingkungan serta generasi mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News