JAKARTA. Pemerintah, pelaku usaha di industri keuangan, maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat untuk segera menyelesaikan aturan main penanganan krisis keuangan yang tertuang dalam Rancangan Undang-Undang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (RUU JPSK). Tapi, banyak hal menyangkut RUU ini menjadi perdebatan banyak kalangan. Salah satu hal yang menjadi perdebatan adalah soal posisi lembaga keuangan bukan bank (LKBB) di dalam RUU JPSK itu. Chief Economist Bank Mandiri Mirza Adityaswara berpendapat, dana LKBB saat ini memang masih terbilang mini. Tapi, LKBB patut mendapat perlindungan di saat krisis. Misalnya Jamsostek ataupun Taspen. "Peserta mereka banyak, harus ada yang menanggung jika terjadi apa-apa dengan mereka," katanya Kamis (16/7). Apalagi, kini krisis keuangan juga menyambar lembaga keuangan non-bank. Di Amerika Serikat (AS), perusahaan seperti American International Group (AIG), PNC Financial Services Gruop, dan GMAC Financial Services juga tersengat krisis. "Pemerintah AS memberikan bailout kepada mereka karena punya pengaruh sistemik ke perekonomian," katanya.
LKBB Masih Jadi Perdebatan di RUU JPSK
JAKARTA. Pemerintah, pelaku usaha di industri keuangan, maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat untuk segera menyelesaikan aturan main penanganan krisis keuangan yang tertuang dalam Rancangan Undang-Undang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (RUU JPSK). Tapi, banyak hal menyangkut RUU ini menjadi perdebatan banyak kalangan. Salah satu hal yang menjadi perdebatan adalah soal posisi lembaga keuangan bukan bank (LKBB) di dalam RUU JPSK itu. Chief Economist Bank Mandiri Mirza Adityaswara berpendapat, dana LKBB saat ini memang masih terbilang mini. Tapi, LKBB patut mendapat perlindungan di saat krisis. Misalnya Jamsostek ataupun Taspen. "Peserta mereka banyak, harus ada yang menanggung jika terjadi apa-apa dengan mereka," katanya Kamis (16/7). Apalagi, kini krisis keuangan juga menyambar lembaga keuangan non-bank. Di Amerika Serikat (AS), perusahaan seperti American International Group (AIG), PNC Financial Services Gruop, dan GMAC Financial Services juga tersengat krisis. "Pemerintah AS memberikan bailout kepada mereka karena punya pengaruh sistemik ke perekonomian," katanya.