LKM BKD Ponorogo Tawarkan Bunga Hingga 30% ke Nasabah, Ini Strateginya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Badan Kredit Desa (BKD) Ponorogo memberikan besaran bunga yang beragam kepada nasabah. 

Direktur Utama LKM BKD Ponorogo Mego mengatakan pengenaan besaran bunga biasanya tergantung jenis pembiayaan dan faktor risiko. "Besaran terendah 10% dan tertinggi 30% per tahun," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (16/5).

Mego menyebut tren besaran bunga tersebut cenderung menurun. Dia juga menjelaskan besaran bunga dihitung berdasarkan hasil perhitungan bunga dasar pinjaman atau Base Lending Rate (BLR), serta biasanya juga disesuaikan dengan bunga pasar agar bisa bersaing.


Baca Juga: Kontribusi Bruto Prudential Syariah Naik 9%, Ini Tiga Faktor Pendorong Kinerja

Terkait kinerja, LKM BKD Ponorogo mencatat penyaluran pembiayaan mencapai Rp 56,59 miliar per Maret 2026. Nilainya bertumbuh 0,18%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Mego menjelaskan kinerja penyaluran pembiayaan per Maret 2026 juga dipengaruhi dampak ketidakpastian perekonomian. Dengan demikian, penyaluran pembiayaan dilakukan lebih selektif.

"Sangat merasakan dampak ketidakpastian ekonomi, angsuran debitur lebih sulit dan sering terlambat. Dengan demikian, penyaluran pembiayaan lebih hati-hati dan selektif pada tahun ini," ujarnya.

Meski menghadapi tantangan, Mego memproyeksikan penyaluran pembiayaan LKM BKD Ponorogo dapat tumbuh 10%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. Untuk mencapai angka tersebut, dia bilang LKM BKD Ponorogo akan menerapkan sejumlah upaya.

Upayanya, yakni meningkatkan pemasaran, lebih ekspansi di kantor cabang baru, dan melakukan penyelesaian pinjaman bermasalah yang lebih intensif. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan pihak ketiga tentang credit scoring.

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pinjaman industri LKM per Maret 2026 mencapai Rp 1 triliun. Nilainya mengalami kontraksi sebesar 5,66%, dibandingkan pencapaian per Maret 2025 yang sebesar 1,06 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News