Lobi Intensif ke Iran, Pemerintah Kejar Akses Kapal Pertamina di Selat Hormuz



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah terus mengintensifkan lobi dan komunikasi dengan Iran agar dua kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) bisa segera melintasi Selat Hormuz. 

Upaya ini menjadi fokus utama di tengah ketegangan geopolitik kawasan, meski pemerintah memastikan kondisi pasokan energi nasional tetap terkendali.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, komunikasi dengan pihak Iran dilakukan secara berkelanjutan untuk membuka jalur pelayaran kedua kapal tersebut. 


Baca Juga: Trump Klaim Iran Minta Gencatan Senjata, AS Tunggu Selat Hormuz Dibuka

"Terus kita lakukan komunikasi," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/4/2026).

Ia menekankan, proses negosiasi yang masih berjalan tidak berdampak pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Menurutnya, volume minyak yang tertahan di kapal hanya sekitar 1,8 juta barel, setara cadangan pemerintah untuk 1–2 hari.

Untuk mengantisipasi risiko gangguan, pemerintah tidak hanya mengandalkan hasil lobi dengan Iran. 

Strategi paralel juga dijalankan dengan mengamankan pasokan dari sumber lain, baik melalui optimalisasi produksi dalam negeri maupun penjajakan impor dari negara alternatif.

Prasetyo menyebut, pemerintah saat ini masih membuka peluang kerja sama dengan berbagai negara pemasok minyak.

Baca Juga: Italia Tolak Kirim Kapal ke Selat Hormuz Tanpa Mandat PBB

Namun, ia belum mengungkapkan detail negara mana saja yang sedang dijajaki, dengan alasan fokus utama adalah memastikan stok tetap aman berdasarkan perhitungan yang matang.

Sejalan dengan itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan komunikasi dengan Iran juga terus dilakukan secara intensif, khususnya terkait dua kapal Pertamina yang belum bisa melintas di Selat Hormuz. 

Pemerintah berharap situasi membaik setelah adanya kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.

Di sisi lain, Bahlil menegaskan ketergantungan Indonesia terhadap pasokan dari kawasan tersebut relatif terbatas. 

Impor dari Timur Tengah hanya berupa minyak mentah (crude oil) dengan porsi sekitar 20%–25% dari total kebutuhan, sementara BBM jadi tidak diimpor dari kawasan itu.

Baca Juga: Trump dan Israel Menekan Iran Menjelang Tenggat Waktu untuk Membuka Selat Hormuz

Adapun dua kapal yang saat ini diupayakan untuk melintas adalah VLCC Pertamina Pride yang mengangkut minyak mentah untuk kebutuhan domestik, serta Gamsunoro yang melayani pengiriman kargo pelanggan. 

Keduanya dioperasikan oleh PT Pertamina International Shipping dan berada di kawasan Teluk Arab.

Dengan kombinasi lobi diplomatik dan diversifikasi pasokan, pemerintah berupaya memastikan jalur distribusi energi tetap aman sekaligus menjaga stabilitas pasokan BBM di dalam negeri.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/04/09/10064401/pemerintah-terus-lobi-agar-kapal-pertamina-bisa-lintasi-selat-hormuz-stok.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News