Lockheed Martin Raih Kontrak US$4,7 Miliar untuk Produksi Rudal Patriot



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perusahaan pertahanan asal Amerika Serikat, Lockheed Martin, mengumumkan telah memperoleh kontrak awal senilai US$4,7 miliar dari pemerintah AS untuk melanjutkan produksi cepat sistem rudal Patriot Advanced Capability (PAC-3) Missile Segment Enhancement (MSE).

Kontrak ini merupakan bagian dari upaya mempercepat produksi sistem pertahanan udara di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Program PAC-3 MSE sendiri merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pertahanan rudal modern yang dirancang untuk mencegat ancaman balistik.

Kesepakatan ini menyusul perjanjian jangka panjang selama tujuh tahun antara Lockheed Martin dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk meningkatkan kapasitas produksi interceptor PAC-3 secara signifikan. Produksi tahunan ditargetkan naik menjadi 2.000 unit dari sebelumnya sekitar 600 unit.


Baca Juga: Impor Gas Rusia ke Spanyol Melonjak, Dominasi LNG AS Mulai Tergerus

Peningkatan kapasitas ini mencerminkan lonjakan permintaan global terhadap sistem pertahanan udara, seiring banyak negara memperkuat kemampuan militernya sebagai respons terhadap dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

Dalam pernyataannya, Lockheed Martin mengungkapkan telah menginvestasikan lebih dari US$7 miliar sejak masa jabatan pertama Donald Trump untuk memperluas kapasitas produksi sistem prioritas. Dari jumlah tersebut, sekitar US$2 miliar dialokasikan khusus untuk mempercepat produksi amunisi.