Logam Mulia Akan Jual Perhiasan Emas



JAKARTA. Produsen emas batangan Indonesia, PT Logam Mulia, berniat merambah bisnis perhiasan emas tahun ini. Saat ini, Logam Mulia masih menggarap riset pasar untuk melihat minat konsumen terhadap perhiasan emas.

Selama ini, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ini sebenarnya sudah memproduksi perhiasan emas, tapi hanya berdasarkan pesanan. "Semester satu ini, kami akan mulai memproduksi emas perhiasan," kata Wakil Presiden Senior Unit Bisnis Logam Mulia Tuti Kustiningsih, akhir pekan lalu.

Nah, melalui riset pasar, Logam Mulia ingin mematangkan distribusi dan mengukur permintaan perhiasan. Pada tahap awal, Logam Mulia akan memproduksi cincin, kalung, liontin, dan gelang. "Fokus penjualan tahap awal di Jakarta dan sekitarnya," ucap Martono, Manajer Pemasaran Logam Mulia.


Selain itu, riset itu juga akan meneliti permintaan perhiasan yang diperkirakan akan turun. "Tahun lalu permintaan perhiasan turun 20% hingga 30%," kata Martono. Tahun ini, permintaan perhiasan diprediksi tak berbeda jauh dari tahun lalu. Apalagi, belakangan harga emas melonjak.

Kemarin, emas batangan produksi Logam Mulia mencapai harga tertinggi pada Rp 384.000 per gram. Harga emas ini naik 31,06% ketimbang harga terendah tahun 2009, yakni Rp 293.000 per gram.

Harga emas di pasar internasional juga hinggap ke titik tertinggi. Jumat (20/2), harga emas untuk kontrak pengiriman April 2009 di Divisi Comex New York Mercantile Exchange (Nymex) mencapai US$ 1.002,2 per troy ounce. Namun, harga ini terkoreksi menjadi US$ 988,5 per troy ounce, kemarin (23/2).

Tuti mengatakan, meski harga emas naik, proyek bisnis perhiasan ini takkan batal. Sebab, Logam Mulia sebenarnya sudah merancangnya sejak tahun lalu. Sebagai antisipasi pula, mereka akan mulai dengan perhiasan emas berkadar 70%. Sebab, pasarnya lebih luas dibandingkan perhiasan emas berkadar 91%.

Tahun ini, Antam menargetkan produksi emas tetap 2,8 ton. "Ini belum termasuk rencana emas perhiasan," kata Sekretaris Perusahaan Aneka Tambang Bimo Budi Satriyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News