KONTAN.CO.ID - Harga logam mulia mengawali perdagangan awal tahun dengan tren penguatan pada Jumat (2/1/2026). Emas bangkit dari level terendah dua pekan terakhir, sementara perak, platinum, dan paladium juga memangkas pelemahan yang terjadi sepanjang pekan sebelumnya. Penguatan ini terjadi setelah logam mulia mencetak kinerja tahunan terbaiknya sepanjang 2025.
Baca Juga: Liga Inggris 2026: Paceklik Gol Awali Tahun Baru, City Tertahan Melansir
Reuters, harga emas spot naik 0,8% ke level US$4.346,69 per ons troi pada pukul 00.19 GMT. Sebelumnya, emas sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$4.549,71 per ons troi pada 26 Desember, sebelum terkoreksi ke level terendah dua pekan pada Rabu lalu. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari naik 0,5% ke US$4.360,60 per ons troi. Sepanjang 2025, emas mencatat reli luar biasa dengan kenaikan tahunan mencapai 64%, menjadi kinerja terbaik sejak 1979.
Baca Juga: Sphere, Pemasok SpaceX, Beli 10% Proyek Nikel Indonesia Milik Nickel Industries Lonjakan harga emas didorong oleh pemangkasan suku bunga dan ekspektasi pelonggaran lanjutan oleh bank sentral AS (The Fed), ketegangan geopolitik global, permintaan kuat dari bank sentral, serta meningkatnya kepemilikan emas pada produk exchange-traded fund (ETF). Berdasarkan risalah rapat The Fed pada Desember, pemangkasan suku bunga dilakukan setelah melalui perdebatan yang cukup intens. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan setidaknya akan ada dua kali pemangkasan suku bunga acuan AS sepanjang tahun ini. Dalam kondisi suku bunga rendah, aset tanpa imbal hasil seperti emas cenderung lebih diminati investor. Harga perak spot melonjak 2,1% ke US$72,75 per ons. Sebelumnya, perak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$83,62 per ons pada awal pekan.
Baca Juga: Xi Jinping Optimistis China Tembus Pertumbuhan 5% di 2025, Ini Tantangan Besarnya Sepanjang 2025, harga perak melesat 147%, jauh melampaui emas dan menjadi kinerja tahunan terbaik sepanjang sejarah. Kenaikan harga perak didorong oleh penetapannya sebagai mineral kritis di Amerika Serikat, keterbatasan pasokan, rendahnya tingkat persediaan, serta meningkatnya permintaan dari sektor industri dan investasi. Sementara itu, harga platinum spot naik tipis 0,2% ke US$2.057,74 per ons troi, setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$2.478,50 per ons troi. Sepanjang 2025, harga platinum melonjak 127%, menjadi kenaikan tahunan terbesar sepanjang sejarah logam tersebut.
Baca Juga: Taiwan Tegang, Roket China Jatuh di Zona Lautnya Paladium juga menguat 2,4% ke level US$1.642,90 per ons troi. Sepanjang tahun lalu, harga paladium naik 76%, mencatatkan kinerja terbaik dalam 15 tahun terakhir. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani proklamasi untuk menunda kenaikan tarif impor atas furnitur berlapis kain, kabinet dapur, dan lemari wastafel selama satu tahun ke depan, sebagaimana disampaikan Gedung Putih. Kebijakan ini turut menjadi perhatian pasar di awal tahun.