Logindo Samudramakmur (LEAD) Optimistis Dapat Memangkas Rugi Bersih Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pelayaran, PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) mencoba memperbaiki kinerja keuangannya pada 2023.

Seperti yang diketahui, pendapatan LEAD naik 2,75% year on year (YoY) menjadi US$ 29,50 juta pada akhir 2022. Namun, rugi bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk LEAD membengkak 125,19% secara tahunan menjadi US$ 5,99 juta.

Chief Financial Officer & Secretary Logindo Samudramakmur Adrianus Iskandar menyampaikan, penyebab utama bertambahnya jumlah kerugian yang dialami LEAD adalah peningkatan harga suku cadang dan tarif layanan perbaikan, sehingga biaya pemeliharaan kapal-kapal milik perusahaan tersebut ikut melonjak.


"Kenaikan suku bunga acuan juga membuat biaya bunga pinjaman kami ikut meningkat," imbuh Adrianus, Senin (10/4).

Manajemen LEAD terus mengupayakan perbaikan kinerja perusahaan pada tahun ini. Harapan bagi LEAD muncul berkat sentimen tren kenaikan harga sewa kapal yang sudah terjadi sejak tahun lalu. Tren demikian diyakini akan berlanjut pada 2023.

Lantas, pihak LEAD menargetkan dapat meraih pendapatan sebesar US$ 29 juta pada 2023, atau serupa dengan capaian pada tahun lalu. Namun, ada kemungkinan LEAD masih akan menderita rugi bersih sekalipun jumlahnya berkurang.

Baca Juga: Summarecon Agung (SMRA) Targetkan Marketing Sales Rp 5 Triliun pada Tahun Ini

"Kami menargetkan rugi bersih berkurang menjadi di kisaran US$ 2,5 juta," tukas dia.

Lebih lanjut, LEAD juga berusaha menambah kontrak baru sepanjang tahun ini yang ditargetkan mencapai US$ 22 juta.  Sejak Januari sampai akhir Maret lalu, LEAD sudah merealisasikan kontrak baru sebesar US$ 2 juta.

Sebagian besar nilai kontrak yang diperoleh LEAD adalah perpanjangan kontrak dari sewa kapal-kapal milik perusahaan tersebut. Emiten ini memang dikenal di bidang jasa sewa kapal untuk sektor migas offshore.

Adrianus menambahkan, sampai saat ini pihaknya belum memiliki rencana menambah armada kapal baru. LEAD masih akan fokus untuk memaksimalkan utilisasi kapal-kapal yang ada. "Upaya ini kami lakukan sembari mencari kontrak dengan harga sewa yang lebih tinggi," pungkas dia.

Dalam berita sebelumnya, LEAD saat ini memiliki 41 unit kapal yang mana 9 unit di antaranya adalah berjenis Anchor Handling Tug and Supply (AHTS). Dalam hal ini, LEAD memiliki 4 unit kapal AHTS yang menggunakan mesin bertenaga 5.000 horse power (hp), 3 unit AHTS dengan 1.200 hp, dan 2 unit AHTS dengan 12.000 hp.

Memasuki tahun 2023, LEAD akan mengalokasikan capital expenditure (capex) atau belanja modal sebesar US$ 1,5 juta yang difokuskan untuk pemeliharaan kapal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari