KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Momentum
long weekend dalam rangka libur Hari Kemerdekaan RI menjadi peluang bagi emiten perhotelan untuk mengerek tingkat hunian kamar. PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) optimistis okupansi hotel kembali mendekati kapasitas penuh pada periode 15-17 Agustus 2026. Direktur EAST Wahyudi Eko Sutoro mengatakan, tingkat okupansi hotel pada setiap momentum
long weekend selama ini cenderung tinggi. Ia menyebut tingkat hunian hampir mencapai 100%. "Untuk setiap moment long weekend alhamdulillah selalu penuh, hampir 100%. Hampir terisi 100%," ujar Wahyudi kepada Kontan, Kamis (13/8/2026).
Baca Juga: Lautan Luas (LTLS) Realisasikan Capex Rp112 Miliar, Fokus Kembangkan Food Ingredients Menurut Wahyudi, tamu yang mengisi kamar hotel tidak hanya berasal dari segmen keluarga. Permintaan juga datang dari korporasi yang menggelar kegiatan corporate gathering. Ia mengatakan, kombinasi tamu korporasi dan keluarga menjadi penopang tingkat hunian hotel saat periode libur panjang. Segmen keluarga juga menjadi salah satu pasar yang selama ini dibidik Eastparc Hotel Yogyakarta. Meski demikian, Wahyudi belum dapat memproyeksikan pergerakan tingkat okupansi setelah momentum
long weekend berakhir. "Untuk setelah moment
long weekend masih belum diprediksi pergerakan/
pick up occupancynya," katanya. Sebelumnya, kinerja Eastparc Hotel juga mendapat dorongan dari momentum liburan sekolah 2026. Wahyudi menyebut rata-rata tingkat hunian kamar hotel pada periode tersebut hampir penuh, dengan peningkatan permintaan terutama dari pasar keluarga. Eastparc Hotel memperkuat
positioning sebagai hotel ramah keluarga dengan menambah sejumlah fasilitas, seperti Skytrain dan fasilitas aktivitas luar ruangan Jambore. Perusahaan juga mengoptimalkan promosi melalui kanal online dan offline, paket
staycation, serta strategi
dynamic pricing untuk menyesuaikan tarif kamar dengan tingkat permintaan. Dari sisi kinerja keuangan, EAST mencatat pertumbuhan positif pada semester I-2026. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan EAST mencapai Rp 44,78 miliar pada Januari-Juni 2026, naik tipis 0,97% secara tahunan dari Rp 44,34 miliar pada semester I-2025. Namun, efisiensi beban turut menopang pertumbuhan laba. Beban pokok pendapatan turun menjadi Rp 10,22 miliar dari Rp 10,85 miliar. Sementara itu, beban usaha turun menjadi Rp 13,85 miliar dari Rp 15,84 miliar.
Baca Juga: Hampir Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Kadin: Ekonomi Stabil tapi Belum Optimal Alhasil, laba usaha EAST tumbuh 19,5% yoy menjadi Rp 19,50 miliar. Laba sebelum pajak juga meningkat 31,7% menjadi Rp 20,66 miliar. Pada bottom line, EAST membukukan laba bersih Rp 16,96 miliar hingga semester I-2026. Realisasi tersebut tumbuh 34,3% yoy dibandingkan laba bersih Rp 12,62 miliar pada semester I-2025. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News