KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kenaikan harga komoditas global, khususnya batubara, dinilai berpotensi mengerek penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan Bea Keluar tahun ini. Namun, besaran tambahan penerimaan tersebut sangat bergantung pada realisasi produksi, harga jual, hingga kebijakan yang tengah difinalisasi pemerintah. Asal tahu saja, pemerintah saat ini sedang menyiapkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) produksi batubara untuk tahun 2026 guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga. Sampai dengan 17 Maret, total RKAB yang disetujui sebesar 390 juta ton sampai 400 juta ton, dari target produksi yang dipatok sebesar 600 juta ton hingga 733 juta ton. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, memproyeksikan kenaikan persetujuan RKAB batubara menjadi sekitar 390 juta ton memang membuka peluang peningkatan penerimaan negara. Namun, realisasinya tetap ditentukan oleh sejumlah faktor teknis di lapangan.
Lonjakan Harga Batubara Bisa Tambah PNBP hingga Rp 11,2 Triliun
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kenaikan harga komoditas global, khususnya batubara, dinilai berpotensi mengerek penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan Bea Keluar tahun ini. Namun, besaran tambahan penerimaan tersebut sangat bergantung pada realisasi produksi, harga jual, hingga kebijakan yang tengah difinalisasi pemerintah. Asal tahu saja, pemerintah saat ini sedang menyiapkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) produksi batubara untuk tahun 2026 guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga. Sampai dengan 17 Maret, total RKAB yang disetujui sebesar 390 juta ton sampai 400 juta ton, dari target produksi yang dipatok sebesar 600 juta ton hingga 733 juta ton. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, memproyeksikan kenaikan persetujuan RKAB batubara menjadi sekitar 390 juta ton memang membuka peluang peningkatan penerimaan negara. Namun, realisasinya tetap ditentukan oleh sejumlah faktor teknis di lapangan.
TAG: