Lonjakan Harga Minyak Jadi Momentum, UNTD Genjot Kapasitas Motor Listrik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga energi dan isu bahan bakar minyak (BBM) mulai mendorong percepatan transisi ke kendaraan listrik. Pelaku industri melihat momentum ini sebagai peluang memperbesar kapasitas dan menangkap lonjakan permintaan yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat.

Di tengah meningkatnya isu terkait harga bahan bakar minyak (BBM) akibat melonjaknya harga minyak dunia, PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) melihat percepatan perubahan perilaku masyarakat menuju kendaraan yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Momentum ini diperkirakan akan mendorong lonjakan permintaan kendaraan listrik mulai kuartal II 2026.

Produsen motor lisitrik merek United E-Motor itu berupaya menangkap peluang tersebut melalui langkah ekspansi agresif di sektor produksi.


UNTD menyiapkan total investasi sekitar Rp 400 miliar untuk pembelian lahan dan fasilitas pabrik sebesar Rp 250 miliar serta pengembangan pabrik sebesar Rp 150 miliar. Pendanaan ekspansi ini akan berasal dari pihak ketiga, baik melalui perbankan maupun investor strategis.

Saat ini, kapasitas produksi UNTD di angka 50.000 unit per bulan untuk sepeda dan sepeda listrik. Rinciannya, 40.000 unit sepeda dan 10.000 unit sepeda listrik. Sementara itu, kapasitas produksi motor listrik mencapai 5.000 unit per bulan.

Baca Juga: Tensi Geopolitik Memanas, Wacana Konversi Motor Listrik Kembali Mencuat

Seiring rencana ekspansi, perseroan menargetkan lonjakan kapasitas produksi yang signifikan. Kapasitas sepeda akan tetap di angka 40.000 unit per bulan. Sementara sepeda listrik ditingkatkan hingga 40.000 unit per bulan dan motor listrik melonjak menjadi 20.000 unit per bulan.

Presiden Direktur UNTD, Stephen Mulyadi menyampaikan, isu BBM yang terjadi saat ini menjadi katalis penting bagi pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia.

"Kami melihat adanya shifting yang semakin nyata di masyarakat, dan UNTD ingin berada di garis depan dalam menjawab kebutuhan tersebut melalui kesiapan kapasitas produksi yang lebih besar dan terintegrasi," kata Stephen, Selasa (7/4). 

Direktur UNTD, Andrew Mulyadi memproyeksikan, kuartal kedua 2026 akan menjadi titik awal peningkatan demand yang lebih signifikan.

"Ekspansi ini bukan hanya soal peningkatan kapasitas,  juga strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi UNTD di industri kendaraan listrik nasional. Dukungan dari perbankan dan investor menjadi fondasi penting dalam merealisasikan rencana ini,” kata Andrew. 

.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News