KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten minuman beralkohol asal Bali, PT Lovina Beach Brewery Tbk (
STRK) mulai melakukan ekspor perdana produk wiski premium terbarunya, LIBARRON, ke pasar Singapura. Nilai ekspor untuk pengiriman tahap pertama ini mencapai sekitar Rp 5 miliar.
Manajemen dalam keterangannya menjelaskan bahwa Singapura dipilih sebagai tujuan pertama karena posisinya sebagai pusat konsumsi minuman premium di Asia.
“Selain itu, Singapura merupakan pusat perdagangan regional yang membuka akses luas ke jaringan distribusi internasional,” ungkap Manajemen Lovina Beach Brewery, dalam siaran pers, Selasa (31/3/2026).
Di sisi lain, daya tarik Bali juga menjadi nilai tambah yang kuat bagi produk perseroan. Di mana, reputasi Bali sebagai simbol gaya hidup tropis dan budaya autentik memiliki daya tarik global yang sangat besar.
Baca Juga: Solusi Bangun (SMCB) Masih Cetak Laba Rp 659 Miliar Meski Industri Semen Tertekan Pada saat yang sama, langkah ekspor ini menjadi tonggak penting bagi Perseroan dalam memasuki pasar internasional. Pihaknya juga memiliki rencana untuk memperluas ekspansi pasar ke negara lainnya seperti Hong Kong, Jepang, hingga China. Adapun, target distribusi utama menyasar hotel berbintang lima dan bar premium di mancanegara. Momentum ini didukung tren global yang menunjukkan peningkatan permintaan terhadap minuman kerajinan (
craft beverage). Sebagai gambaran, produk LIBARRON merupakan wiski unik yang memadukan teknik distilasi Skotlandia dengan kondisi alam Bali. Produk ini adalah whisky Skotlandia pertama yang diciptakan di Bali, dengan karakter smooth, berani dan artistik," jelas manajemen. “Kualitas terbaik diperoleh melalui metode
precision aging untuk menghasilkan rasa halus dan aroma kompleks,” katanya.
Metode ini memanfaatkan panas, kelembapan, serta energi vulkanik Bali. Unsur-unsur alam tersebut mempercepat interaksi minuman dengan tong kayu Limousin French oak.
Selain wiski, perseroan memperkenalkan dua inovasi baru lainnya yakni CLARISSA Liqueur dan COCO BALI Ready-to-Drink (RTD). CLARISSA dirancang khusus untuk segmen perempuan dengan menonjolkan kelembutan rasa. Minuman ini menggunakan bahan khas Bali seperti kelapa kopyor dan salak pondoh emas. Sementara COCO BALI RTD hadir untuk menjawab kebutuhan pasar akan minuman praktis. Produk ini memiliki kadar alkohol lebih rendah dengan tambahan bahan agave, sehingga karakter rasanya lebih segar dan mudah dinikmati untuk gaya hidup modern.
Menurut penjelasan Manajemen, strategi jangka panjang perseroan difokuskan pada pembangunan portofolio minuman premium, dan gasilitas produksi di Bali menjadi elemen penting dalam menegaskan keaslian identitas setiap produk.
Dengan sejumlah strategi ekspansi yang disiapkan di 2026, STRK membidik pertumbuhan pendapatan mencapai dua kali lipat dari tahun sebelumnya. "Target besar ini merujuk pada perbandingan realisasi pencapaian pendapatan sepanjang 2025,”
tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News