Low Tuck Kwong di Puncak, Berikut Daftar Orang Terkaya RI di Pekan Ketiga Agustus



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Low Tuck Kwong menjadi orang terkaya di Indonesia pada pekan ketiga Agustus 2026 dengan kekayaan bersih US$21,1 miliar.  Di bawahnya ada Prajogo Pangestu dengan US$ 17,4 miliar dan R. Budi Hartono dengan US$16,4 miliar. 

Daftar ini menunjukkan dominasi kekayaan dari sektor energi, pertambangan, petrokimia, perbankan, hingga bisnis pusat data. 

Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires per Jumat (21/8/2026), total kekayaan 10 orang terkaya tersebut mencapai sekitar US$ 112,2 miliar.


Low Tuck Kwong berada di posisi teratas dengan kekayaan US$ 21,1 miliar. Sumber utama kekayaannya berasal dari bisnis pertambangan batubara melalui PT Bayan Resources Tbk, perusahaan yang ia dirikan dan kendalikan. 

Baca Juga: 10 Orang Terkaya Indonesia Agustus 2026, Low Tuck Kwong Kalahkan Prajogo Pangestu

Posisi kedua ditempati Prajogo Pangestu dengan kekayaan US$ 17,4 miliar. Kekayaannya bertumpu pada kelompok usaha Barito Pacific, terutama bisnis petrokimia melalui Chandra Asri serta energi terbarukan melalui Barito Renewables Energy. 

Prajogo  juga memiliki bisnis pertambangan melalui Petrindo Jaya Kreasi. Forbes mencatat perjalanan bisnis Pangestu bermula dari sektor kayu sebelum berkembang ke petrokimia, pertambangan dan energi terbarukan.

Di posisi ketiga ada R. Budi Hartono dengan kekayaan US$ 16,4 miliar. Sumber kekayaan Hartono terutama berasal dari kepemilikannya di PT Bank Central Asia (BCA) Tbk.

Kekayaan keluarga Hartono juga berakar dari bisnis rokok melalui Djarum, sementara portofolionya mencakup bisnis elektronik Polytron, e-commerce Blibli melalui Global Digital Niaga, serta properti.  

Anthoni Salim menempati posisi keempat dengan kekayaan US$ 11,1 miliar. Kekayaannya berasal dari bisnis yang sangat terdiversifikasi melalui Salim Group, dengan kepentingan di sektor makanan, ritel, perbankan, telekomunikasi dan energi.

Baca Juga: Kepemilikan Low Tuck Kwong di Saham BYAN Melonjak, Cek Jumlah Terbarunya

Anthoni juga merupakan CEO Indofood, produsen makanan yang dikenal luas melalui produk mi instan Indomie. Dalam beberapa tahun terakhir, portofolionya semakin melebar ke pertambangan melalui kepemilikan di Bumi Resources, Medco Energi dan Amman Mineral.

Posisi kelima ditempati Tahir dan keluarga dengan kekayaan US$ 10 miliar. Kekayaan keluarga ini dibangun melalui Mayapada Group, yang bergerak di perbankan, layanan kesehatan, properti dan media.  

Sri Prakash Lohia berada di posisi keenam dengan kekayaan US$ 8,4 miliar. Kekayaannya berasal dari bisnis petrokimia dan manufaktur melalui Indorama Corporation, yang ia dirikan bersama ayahnya di Indonesia pada 1970-an. 

Posisi ketujuh ditempati Otto Toto Sugiri dengan kekayaan US$8,4 miliar. Kekayaan Otto terutama berasal dari bisnis pusat data melalui DCI Indonesia, perusahaan yang ia dirikan bersama Marina Budiman dan Han Arming Hanafia pada 2011.

Marina Budiman berada di posisi kedelapan dengan kekayaan US$6 miliar. Sama seperti Otto, sumber utama kekayaan Marina berasal dari bisnis pusat data DCI Indonesia.

Posisi kesembilan ditempati Lim Hariyanto Wijaya Sarwono dengan kekayaan US$ 4,9 miliar. Kekayaannya berasal dari bisnis kelapa sawit dan pertambangan, yang dikembangkan melalui Harita Group

Baca Juga: Turun Signifikan, Segini Kekayaan 10 Orang Terkaya RI Pekan Pertama Maret 2026

Theodore Rachmat melengkapi 10 besar dengan kekayaan US$4,5 miliar. Kekayaannya dibangun melalui Triputra Group, yang memiliki bisnis di sektor agribisnis, manufaktur dan pertambangan.

Di luar 10 besar, Sukanto Tanoto menempati posisi ke-11 dengan kekayaan US$ 4,1 miliar. Kekayaannya berasal dari Royal Golden Eagle (RGE), kelompok usaha yang memiliki bisnis pulp dan kertas, serat viskosa, kelapa sawit dan energi di sejumlah negara.

RGE juga memiliki APRIL di sektor pulp dan kertas serta Bracell yang memproduksi specialty cellulose. Portofolio Tanoto turut berkembang ke bisnis tisu dan properti.

Sementara itu, Chairul Tanjung berada di posisi ke-12 dengan kekayaan US$4 miliar. Kekayaannya berasal dari CT Corp, konglomerasi yang memiliki bisnis perbankan, ritel, media dan hiburan. Grup ini mengoperasikan Transmart, memiliki bisnis waralaba internasional seperti Wendy's, Versace, Mango dan Jimmy Choo, serta memiliki kepentingan di Allo Bank Indonesia dan Garuda Indonesia.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: