Lowa dan Yunani jadi lokasi pilihan penandatanganan kesepakatan dagang AS-China



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat dan China berupaya untuk mencapai kesepakatan perdagangan fase satu pada awal bulan ini. Lokasi penandatanganan kabarnya berkisar dari Alaska ke Yunani.

Mengutip Reuters, Presiden AS Donald Trump mengatakan, ia dan Presiden China Xi Jinping dapat menandatangani perjanjian di Lowa, negara bagian yang memiliki koneksi historis dengan Xi, dan negara yang akan mendapat manfaat dari peningkatan pembelian barang pertanian AS di China.

Di sisi lain, seorang pejabat China mengatakan Beijing melontarkan kemungkinan pertemuan digelar di Yunani, dimana Xi dijadwalkan tiba pada Minggu, setelah itu ia akan menuju ke Brasil untuk pertemuan puncak negara-negara berkembang utama yang dimulai pada 13 November.


Berbagai sumber menjelaskan tentang perundingan dagang di AS, mengatakan penandatanganan di Yunani tidak mungkin. Pejabat pemerintah Yunani mengatakan bahwa sejauh ini belum ada indikasi permintaan untuk upacara seperti yang dimaksud selama kunjungan Xi.

Sebaliknya, kedua belah pihak dapat memilih titik tengah relatif seperti Hawaii atau Alaska, menurut beberapa sumber AS.

"Ada saran tentang Alaska, ada saran tentang Hawaii. Saya yakin orang China akan memiliki beberapa saran di China," ujar Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross kepada Bloomberg TV Senin (4/11).

Baca Juga: Akibat perang dagang, impor AS dari China turun US$ 35 miliar pada semester I-2019

Kurangnya konsensus tentang lokasi penandatanganan mencerminkan sifat pembicaraan yang lancar. Rincian akhir belum dipecahkan, termasuk mekanisme penegakan hukum dan tingkat keringanan tarif untuk China.

Lowa akan menjadi pilihan pertama pemerintahan Trump, mengingat daya tarik politik kepada konstituensi utama negara pertanian Trump untuk kesepakatan yang diharapkan akan meningkatkan ekspor kedelai, daging babi dan produkĀ  pertanian AS lainnya yang telah dirugikan oleh perang dagang yang sudah berlangsung selama 16 bulan.

Salah satu sumber yang akrab dengan pemikiran China mengatakan Beijing meminta keringanan tarif untuk menjual perjanjian dalam negeri. "China membutuhkan perlindungan politik untuk datang ke AS tanpa kunjungan kenegaraan. Itu tidak bisa dilihat sebagai kapitulasi," kata sumber tersebut.

Sejauh ini, Trump baru saja membatalkan kenaikan tarif yang dijadwalkan berlaku 15 Oktober atas barang senilai US$ 250 miliar. Pejabat administrasi Trump mengatakan mereka masih mempertimbangkan nasib putaran tarif yang dijadwalkan 15 Desember untuk produk ponsel, komputer, laptop, mainan dan pakaian buatan China.

China berupaya menghapus tarif AS yang diberlakukan pada 1 September atas barang-barang China, serta beberapa bantuan dari tarif sebelumnya, menurut orang yang akrab dengan perundingan dagang.

Xi memiliki koneksi lama ke Lowa, dimana ia pernah berkunjung pada tahun 1985 sebagai pejabat partai Komunis regional untuk pertemuan pertanian, memulai persahabatan dengan Terry Branstad yang saat itu menjabat sebagai gubernur Lowa dan sekarang menjabat sebagai duta besar AS untuk China.

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih Robert O'Brien mengatakan, Trump telah mengundang Xi ke AS, mengacu pada kesepakatan fase pertama. "Kita harus melihat apakah itu terjadi atau tidak."

Baca Juga: China menekan Trump menghapus lebih banyak tarif untuk kesepakatan fase satu

Xi terbuka untuk berkunjung ke AS, menurut pejabat China seraya menambahkan bahwa China memandang Yunani atau AS sebagai satu-satunya lokasi yang mungkin dari sudut pandang keamanan.

"Dia praktis. Dia siap pergi ke AS untuk menandatangani kesepakatan selama ada kesepakatan," kata pejabat China tersebut.

Editor: Herlina Kartika Dewi