Lowongan Kerja AS Turun 256.000, PHK Tetap Rendah pada Agustus 2026



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Lowongan pekerjaan di Amerika Serikat (AS) turun pada Agustus 2026. Namun, jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) tetap rendah, menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih relatif stabil.

Berdasarkan laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS, Selasa (29/9/2026), jumlah lowongan pekerjaan turun 256.000 menjadi 7,079 juta posisi pada hari terakhir Agustus.

Data Juli juga direvisi naik. Biro Statistik Tenaga Kerja AS kini mencatat terdapat 7,335 juta lowongan pekerjaan pada Juli, lebih tinggi dibandingkan laporan sebelumnya yang sebesar 7,271 juta.


Baca Juga: Italia Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Akhiri 12 Tahun Kehadiran Militer

Jumlah lowongan pekerjaan pada Agustus tersebut berada di bawah ekspektasi ekonom yang disurvei Reuters. Para ekonom sebelumnya memperkirakan terdapat 7,225 juta posisi yang tersedia.

Tingkat lowongan pekerjaan juga turun menjadi 4,3% pada Agustus dari 4,4% pada Juli.

Meski demikian, laporan JOLTS menghadapi tantangan berupa tingkat respons survei yang rendah. Tingkat respons tersebut telah turun cukup signifikan dibandingkan periode sebelum pandemi Covid-19, sehingga menjadi perhatian sejumlah ekonom.

Secara umum, pasar tenaga kerja AS dinilai mulai kembali stabil setelah mengalami tekanan sepanjang sebagian besar musim panas.

Data sebelumnya menunjukkan jumlah tenaga kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) bertambah 162.000 pekerjaan pada Agustus, menjadi kenaikan terbesar dalam lima bulan.

Untuk September, ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan nonfarm payrolls bertambah 90.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap sebesar 4,1%. Laporan ketenagakerjaan September dijadwalkan dirilis pada Jumat (2/10).

Stabilitas pasar tenaga kerja memberikan ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk lebih fokus pada perkembangan inflasi.

The Fed pada bulan ini menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00%. Kenaikan tersebut merupakan kenaikan suku bunga pertama dalam tiga tahun. Bank sentral AS juga memberi sinyal masih terbuka kemungkinan kenaikan biaya pinjaman lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Baca Juga: Banjir Thailand Tewaskan 23 Orang, Penerbangan di Bangkok Terdampak

Pasar keuangan saat ini memperkirakan peluang sekitar 70,3% untuk kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Di sisi lain, jumlah perekrutan pada Agustus meningkat 46.000 menjadi 5,192 juta. Tingkat perekrutan naik menjadi 3,3% dari 3,2% pada Juli.

Sementara itu, jumlah PHK dan pemutusan hubungan kerja lainnya justru turun 61.000 menjadi 1,641 juta. Tingkat PHK turun menjadi 1,0% dari 1,1% pada Juli.

Secara historis, rendahnya tingkat PHK menjadi salah satu faktor utama yang menopang stabilitas pasar tenaga kerja AS. Perusahaan cenderung mempertahankan pekerja yang ada, tetapi pada saat yang sama masih enggan meningkatkan perekrutan secara agresif.

Ekonom menilai ketidakpastian turut menjadi alasan perusahaan berhati-hati dalam menambah tenaga kerja. Ketidakpastian tersebut antara lain berkaitan dengan perang AS-Israel dengan Iran yang telah mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan tekanan inflasi.

Harga diesel bahkan telah melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah. Sejumlah ekonom memperingatkan kenaikan harga tersebut berpotensi menekan aktivitas ekonomi AS.