KONTAN.CO.ID - Jumlah iklan lowongan pekerjaan di Australia kembali meningkat pada Mei 2026 setelah mengalami penurunan selama dua bulan berturut-turut. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan tenaga kerja masih relatif kuat meskipun suku bunga tinggi terus membebani aktivitas ekonomi.
Baca Juga: Belanja Modal Perusahaan Jepang Nyaris Mandek pada Kuartal I 2026, Apa Penyebabnya? Berdasarkan data yang dirilis oleh ANZ Bank dan situs pencarian kerja Indeed pada Senin (1/6/2026), jumlah iklan lowongan pekerjaan naik 1,8% secara bulanan (
month-to-month) pada Mei. Sebelumnya, pada April, jumlah lowongan tercatat turun 0,6%. Secara tahunan, jumlah iklan pekerjaan meningkat 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut juga masih berada 15,1% di atas rata-rata satu dekade terakhir, menandakan pasar tenaga kerja Australia tetap berada pada level yang relatif kuat. Kenaikan lowongan kerja pada Mei terutama didorong oleh sektor persiapan makanan, pendidikan, keperawatan, serta konstruksi.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik 2% Senin (1/6) Pagi: Brent ke US$ 93,28 & WTI ke US$ 89,73 Di sisi lain, lowongan kerja di sektor transportasi dan pengemudi mengalami penurunan tajam selama dua bulan terakhir. Kondisi tersebut diduga terkait dengan gangguan logistik yang dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Ekonom ANZ, Madeline Dunk, memperkirakan aktivitas ekonomi Australia akan melambat dalam beberapa bulan mendatang karena dampak kebijakan suku bunga tinggi yang masih bersifat restriktif. "Kami memperkirakan perekonomian akan melambat dalam beberapa bulan ke depan seiring suku bunga tinggi yang terus menekan aktivitas ekonomi. Kondisi ini kemungkinan akan membuat jumlah lowongan kerja kembali menurun dan tingkat pengangguran secara bertahap meningkat," ujar Dunk.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat Ditopang Euforia AI Senin (1/6), Risiko AS-Iran Masih Membayangi Meski demikian, data terbaru menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja Australia masih cukup tangguh dan belum mengalami pelemahan yang signifikan di tengah tekanan biaya pinjaman yang tinggi.