KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank terus mendorong pelaku UMKM melakukan ekspor meski di tengah pandemi. Salah satunya lewat program desa devisa yang telah memberikan manfaat kepada lebih dari 2.900 pelaku UMKM. Program Desa Devisa memberikan pendampingan dan pengembangan kapasitas pelaku usaha berorientasi ekspor. Hingga kini sudah ada 27 desa devisa yang tersebar di seluruh Indonesia. Terbaru, LPEI meluncurkan Desa Devisa yang berlokasi di Kupang guna mengoptimalkan potensi ekspor rumput laut. “Kami yakini komoditas rumput laut dari Desa Kupang memilliki potensi yang besar dan berharap melalui Desa Devisa ini dapat meningkatkan kapasitas petani, sehingga komoditi ini dapat memenuhi kualitas dan kuantitas yang sesuai standar dan kebutuhan ekspor. Disamping itu, kami tentu ingin keberhasilan program ini akan dapat dinikmati oleh petani dan masyarakat sekitar,” ujar Corporate Secretary LPEI, Agus Windiarto dalam keterangan tertulis pada Jumat (31/12).
LPEI Dorong 2.900 Pelaku UMKM Lakukan Ekspor lewat Desa Devisa
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank terus mendorong pelaku UMKM melakukan ekspor meski di tengah pandemi. Salah satunya lewat program desa devisa yang telah memberikan manfaat kepada lebih dari 2.900 pelaku UMKM. Program Desa Devisa memberikan pendampingan dan pengembangan kapasitas pelaku usaha berorientasi ekspor. Hingga kini sudah ada 27 desa devisa yang tersebar di seluruh Indonesia. Terbaru, LPEI meluncurkan Desa Devisa yang berlokasi di Kupang guna mengoptimalkan potensi ekspor rumput laut. “Kami yakini komoditas rumput laut dari Desa Kupang memilliki potensi yang besar dan berharap melalui Desa Devisa ini dapat meningkatkan kapasitas petani, sehingga komoditi ini dapat memenuhi kualitas dan kuantitas yang sesuai standar dan kebutuhan ekspor. Disamping itu, kami tentu ingin keberhasilan program ini akan dapat dinikmati oleh petani dan masyarakat sekitar,” ujar Corporate Secretary LPEI, Agus Windiarto dalam keterangan tertulis pada Jumat (31/12).