JAKARTA. Perusahaan umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI/Airnav Indonesia) menganggarkan investasi senilai Rp 1,8 triliun tahun ini. Dana itu dipakai untuk pembiayaan komunikasi, navigasi dan pengawasan, termasuk untuk pembelian empat radar yang akan dipasang dua di Bandara Soekarno-Hatta. "Investasi sudah mulai dan saat ini proses lelang sudah 50%," kata Direktur Utama LPPNPI Bambang Tjahjono, Kamis (13/8). Bambang mengatakan, pihaknya juga saat ini tengah melakukan sejumlah kerja sama, seperti dengan Jepang untuk sistem navigasi penerbangan. Kerja sama ini melibatkan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam penyediaan perangkat lunak dan similator.
LPPNPI siapkan Rp 1,8 T untuk navigasi penerbangan
JAKARTA. Perusahaan umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI/Airnav Indonesia) menganggarkan investasi senilai Rp 1,8 triliun tahun ini. Dana itu dipakai untuk pembiayaan komunikasi, navigasi dan pengawasan, termasuk untuk pembelian empat radar yang akan dipasang dua di Bandara Soekarno-Hatta. "Investasi sudah mulai dan saat ini proses lelang sudah 50%," kata Direktur Utama LPPNPI Bambang Tjahjono, Kamis (13/8). Bambang mengatakan, pihaknya juga saat ini tengah melakukan sejumlah kerja sama, seperti dengan Jepang untuk sistem navigasi penerbangan. Kerja sama ini melibatkan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam penyediaan perangkat lunak dan similator.