LPPOM Dorong UMKM Naik Kelas, Perkuat Rantai Pasok Halal dari Hulu ke Hilir



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) memperkuat strategi pengembangan ekosistem halal dengan mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir.

Upaya tersebut dijalankan melalui program Festival Syawal yang kembali digelar pada 2026.

Sejak diinisiasi pada 2021, program ini tidak hanya berfokus pada sertifikasi halal, tetapi juga edukasi dan peningkatan kapasitas usaha agar UMKM lebih kompetitif.


Baca Juga: Grab Respons Perpres Ojol, Tunggu Aturan Teknis Soal Bagi Hasil 92%

Direktur Utama LPPOM Muti Arintawati menegaskan, pemberdayaan UMKM harus dilakukan secara menyeluruh, tidak berhenti pada penerbitan sertifikat.

“Pemberdayaan UMK bukan hanya soal sertifikasi halal, tetapi juga membekali pelaku usaha agar bisa naik kelas,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (1/5/2026).

Hingga 2025, Festival Syawal telah menjangkau hampir 10.000 peserta dan memfasilitasi sertifikasi lebih dari 1.500 UMKM.

Program ini juga meraih sejumlah penghargaan, antara lain Indonesia Halal Industry Awards dan Best NGO Initiative 2024.

Pada tahun ini, LPPOM mengangkat tema “Toko Bahan Baku Halal, Langkah Awal Menuju UMKM Tangguh” sebagai bentuk penekanan pada pentingnya penguatan sektor hulu. Hal ini sejalan dengan masih terbatasnya akses bahan baku halal bagi pelaku usaha.

Menurut Muti, penguatan sektor hilir tidak akan optimal tanpa dukungan rantai pasok di sisi hulu yang kuat.

Baca Juga: Hilirisasi Tahap II Dimulai, PTPN Siapkan Industri Sawit Terintegrasi di Sei Mangkei

Sebagai langkah konkret, LPPOM mulai menginisiasi pengembangan toko bahan baku halal di berbagai daerah, termasuk proyek percontohan di Bogor, serta membuka fasilitasi sertifikasi bagi pelaku usaha di sektor tersebut.

Namun, tingkat partisipasi sertifikasi di level penyedia bahan baku masih tergolong rendah, sehingga diperlukan peningkatan kesadaran di sektor hulu.

Upaya penguatan ekosistem ini juga didukung melalui edukasi halal yang menjangkau lebih dari 1.500 peserta dalam rangkaian Festival Syawal tahun ini, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perbankan syariah untuk mendukung pembiayaan dan akses pasar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai langkah ini penting untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

“Festival ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi Islam global,” ujarnya.

Baca Juga: Dracin dan Konten Lokal Jadi Andalan iQIYI Menggarap Pasar Indonesia

Sementara itu, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hassan, menekankan urgensi percepatan sertifikasi halal.

“Makanan halal bukan sekadar pilihan, tetapi menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas hidup,” tegasnya.

Ia mencatat, dari sekitar 64 juta produk yang beredar di Indonesia, baru sekitar 24 juta yang telah mengantongi sertifikat halal.

Melalui penguatan rantai pasok halal dari hulu, LPPOM menilai sertifikasi halal tidak hanya menjadi kewajiban regulasi, tetapi juga instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha di pasar global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News