LPS : Ada peluang penurunan bunga deposito



JAKARTA. Perbankan Indonesia memiliki peluang untuk kembali memangkas suku bunga deposito karena likuiditas cenderung longgar di tengah perlambatan permintaan kredit. Selain itu, bank di Indonesia juga tengah melakukan perluasan definisi deposito dengan acuan loan to deposit ratio (LDR) menjadi loan to funding ratio (LFR).

Direktur Grup Risiko Perbankan dan Sistem Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Doddy Ariefianto mengatakan, ada ruang untuk menggunting bunga deposito sekitar 20 bps-25 bps untuk bunga pasar, dan 25 bps-30 bps untuk bunga spesial (special rate).

“Bank dapat menurunkan bunga deposito di semester II-2016,” katanya, akhir pekan.


LPS mencatat, per Juni 2016, suku bunga deposito rupiah untuk bunga spesial sebesar 7,62%, bunga deposito minimal 5,52% dan bunga deposito pasar 6,57%. Sedangkan, suku bunga deposito valuta asing (valas) untuk bunga spesial 0,62%, bunga deposito minimal 0,28% dan bunga deposito pasar 0,45%.

Doddy menambahkan, bank tak akan mengalami rebutan dana mahal dengan bunga deposito yang rendah karena bank dapat mencari tambahan likuiditas melalui surat uang seperti obligasi, medium term notes (MTN), dan negotiable certificate deposit (NCD) yang masuk dalam perhitungan LFR.

Lembaga penjamin dana nasabah ini memproyeksi dana pihak ketiga (DPK) akan tumbuh 7%-8% di semester II-2016 karena kredit hanya tumbuh 10% di semester II-2016. Asal tahu saja, proyeksi tersebut lebih dari rendah dari perkiraan awal DPK tumbuh 10,2% dan kredit tumbuh 13,0% di tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News