JAKARTA. Perbankan Indonesia memiliki peluang untuk kembali memangkas suku bunga deposito karena likuiditas cenderung longgar di tengah perlambatan permintaan kredit. Selain itu, bank di Indonesia juga tengah melakukan perluasan definisi deposito dengan acuan loan to deposit ratio (LDR) menjadi loan to funding ratio (LFR). Direktur Grup Risiko Perbankan dan Sistem Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Doddy Ariefianto mengatakan, ada ruang untuk menggunting bunga deposito sekitar 20 bps-25 bps untuk bunga pasar, dan 25 bps-30 bps untuk bunga spesial (special rate). “Bank dapat menurunkan bunga deposito di semester II-2016,” katanya, akhir pekan.
LPS : Ada peluang penurunan bunga deposito
JAKARTA. Perbankan Indonesia memiliki peluang untuk kembali memangkas suku bunga deposito karena likuiditas cenderung longgar di tengah perlambatan permintaan kredit. Selain itu, bank di Indonesia juga tengah melakukan perluasan definisi deposito dengan acuan loan to deposit ratio (LDR) menjadi loan to funding ratio (LFR). Direktur Grup Risiko Perbankan dan Sistem Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Doddy Ariefianto mengatakan, ada ruang untuk menggunting bunga deposito sekitar 20 bps-25 bps untuk bunga pasar, dan 25 bps-30 bps untuk bunga spesial (special rate). “Bank dapat menurunkan bunga deposito di semester II-2016,” katanya, akhir pekan.