JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengakui industri perbankan Indonesia masih menghadapi tekanan cukup berat pada tahun ini. Namun LPS berharap Indeks Stabilitas Perbankan (Banking Stability Index/BSI) tak sampai naik lebih dari 101%. Mochammad Doddy Arifianto, Kepala Subdivisi Risiko Perekonomian dan Sistem Perbankan LPS mengatakan, risiko industri perbankan Indonesia pada bulan November 2014 mengalami penurunan. “Ini tercermin dari turunnya BSI sebesar 44 bps dari 100,75 (Oktober 2014) menjadi 100,31 (November 2014) dengan status “Normal”,” kata Doddy saat dihubungi KONTAN, Kamis (8/1).
LPS berharap BSI di 2015 tak lebih dari 101%
JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengakui industri perbankan Indonesia masih menghadapi tekanan cukup berat pada tahun ini. Namun LPS berharap Indeks Stabilitas Perbankan (Banking Stability Index/BSI) tak sampai naik lebih dari 101%. Mochammad Doddy Arifianto, Kepala Subdivisi Risiko Perekonomian dan Sistem Perbankan LPS mengatakan, risiko industri perbankan Indonesia pada bulan November 2014 mengalami penurunan. “Ini tercermin dari turunnya BSI sebesar 44 bps dari 100,75 (Oktober 2014) menjadi 100,31 (November 2014) dengan status “Normal”,” kata Doddy saat dihubungi KONTAN, Kamis (8/1).