LPS Catat Simpanan BPR dan BPRS Tumbuh 4,18% Jadi Rp 181,78 Triliun per Juni 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat total nominal simpanan nasabah di Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) mencapai Rp 181,78 triliun per Juni 2026. Nilai tersebut tumbuh 4,18% secara tahunan.

Data LPS menunjukkan jumlah BPR dan BPRS yang tercatat melaporkan data simpanan pada Juni 2026 mencapai 1.426 bank, terdiri dari 1.252 BPR konvensional dan 174 BPR syariah.     

Dari sisi jenis simpanan, deposito masih mendominasi dengan porsi 70,45% dari total nominal simpanan BPR dan BPRS. Sementara itu, secara bulanan, nominal tabungan tumbuh 0,81%, sedangkan deposito mengalami kontraksi 1,26%.


Baca Juga: Bank Mandiri (BMRI) Bayar Dividen Interim Rp 6,16 Triliun, Ini Rinciannya

Berdasarkan nilai simpanan, kelompok dengan nominal hingga Rp 100 juta menjadi porsi terbesar dengan kontribusi 28,06% terhadap total simpanan. Namun, secara bulanan seluruh tier simpanan mengalami kontraksi dengan rentang 0,03% hingga 2,48%. Kontraksi terdalam terjadi pada simpanan di atas Rp 5 miliar

Sementara dari sisi jumlah rekening, LPS mencatat terdapat 15,6 juta rekening simpanan BPR dan BPRS pada Juni 2026. Jumlah tersebut turun 0,65% secara year on year (yoy).

Tabungan mendominasi jumlah rekening dengan porsi 95,07%. Adapun berdasarkan tier, rekening dengan nominal hingga Rp 100 juta mencapai 98,01% dari total rekening simpanan.

Berdasarkan kepemilikan, mayoritas simpanan BPR dan BPRS berasal dari pihak ketiga. Nilainya mencapai Rp 168,13 triliun atau 92,49% dari total simpanan. Sementara simpanan yang berasal dari bank lain tercatat Rp 13,65 triliun atau 7,51%.

Jika dilihat berdasarkan prinsip usaha, BPR konvensional masih mendominasi penghimpunan dana. Total simpanan BPR konvensional mencapai Rp 160,72 triliun atau 88,41% dari total simpanan industri.

Sementara itu, nominal simpanan pada BPR syariah tercatat Rp 21,06 triliun, dengan porsi 11,59% dari total simpanan BPR dan BPRS.

Secara geografis, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan nominal simpanan BPR dan BPRS terbesar. Total simpanan di provinsi tersebut mencapai Rp 43,10 triliun atau sekitar 23,71% dari total simpanan nasional.

Baca Juga: Akses Pembiayaan Semakin Mudah, Kemampuan Bayar Menjadi Perhatian

Jawa Tengah juga memiliki jumlah rekening simpanan terbanyak, yakni 5,13 juta rekening. Setelah Jawa Tengah, provinsi dengan nominal simpanan terbesar adalah Jawa Barat sebesar Rp 24,88 triliun, Jawa Timur Rp 19,77 triliun, Bali Rp 19,47 triliun, dan Kepulauan Riau Rp 11,73 triliun.

Dari sisi penjaminan, LPS mencatat 15,596 juta rekening atau 99,97% dari total rekening simpanan BPR dan BPRS dijamin penuh. Sementara 4.114 rekening atau 0,03% dijamin sebagian, hingga batas maksimum penjaminan Rp 2 miliar per nasabah per bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News