LPS Perkuat Literasi Penjaminan Simpanan di Lampung



KONTAN.CO.ID - LAMPUNG. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat upaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai penjaminan simpanan di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap peran LPS sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap sistem perbankan nasional.

Literasi penjaminan dinilai penting karena masih terdapat masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh mengenai fungsi LPS, mekanisme penjaminan simpanan, serta persyaratan agar simpanan nasabah dapat dijamin. Pemahaman tersebut diperlukan agar masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.

Teranyar, LPS menggelar event literasi keuangan bertajuk Lampung Finansial Festival 2026 (LFF 2026). Lampung dipilih menjadi sasaran karena tingkat literasi masyarakat di wilayan ini  mengenai penjaminan simpanan masih berada di bawah rata-rata nasional. 


Berdasarkan survei Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi penjaminan simpanan di Lampung tercatat sebesar 58,8%. Sementara tingkat nasional mencapai 62,5%.

Baca Juga: Ketua LPS Sebut Tak Masalah Jika Bunga Bank Digital Masih Tinggi

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menjelaskan, Lampung menjadi salah satu daerah yang dinilai membutuhkan penguatan karena tingkat literasinya masih berada di bawah rata-rata nasional. “Tingkat literasi masyarakat Lampung diharapkan dapat meningkat setelah Lampung Finansial Festival 2026 dilakukan,” kata Anggito, Jumat (4/9/2026). 

LPS mengidentifikasi tiga persoalan utama yang membuat literasi penjaminan simpanan masyarakat masih rendah, yakni edukasi yang belum merata, rendahnya kepedulian masyarakat, dan terbatasnya jangkauan LPS. 

Melalui Lampung Finfest 2026, LPS memasukkan materi edukasi keuangan ke dalam rangkaian kegiatan yang dikemas melalui diskusi, talkshow, dan hiburan. Edukasi tersebut secara khusus menyasar pelajar dan mahasiswa karena kelompok tersebut dinilai perlu mendapatkan penguatan pemahaman mengenai literasi dan keamanan keuangan sejak dini.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, LPS akan melakukan survei lanjutan untuk mengukur dampak penyelenggaraan Lampung Finfest 2026 terhadap tingkat literasi masyarakat. Anggito bilang,  survei akan dilakukan sekitar satu pekan setelah kegiatan dengan melibatkan lembaga independen, seperti perguruan tinggi.

Baca Juga: LPS Bakal Garap Pilot Project Core System BPR 2028

Sebelumnya, LPS juga telah menjalankan program serupa di Yogyakarta. Berdasarkan evaluasi independen terhadap kegiatan tersebut, penyelenggaraan program dinilai memberikan nilai tambah terhadap tingkat literasi masyarakat.

Lebih lanjut, Anggito mengungkapkan, meskipun literasi mengenai penjaminan simpanan secara nasional mencapai 62,5%, namun pengetahuan masyarakat mengenai LPS baru mencapai 46,3%. Ini menunjukkan kesenjangan antara masyarakat yang mengetahui bahwa simpanannya dijamin dengan masyarakat yang mengetahui lembaga yang memberikan jaminan tersebut masih tinggi.

Menurut dia, kesenjangan tersebut menunjukkan perlunya penguatan edukasi mengenai program penjaminan simpanan terus dilakukan. “Masyarakat perlu memahami besaran simpanan yang dijamin, persyaratan penjaminan, serta jenis simpanan yang termasuk dalam cakupan penjaminan LPS.” pungkas Anggito.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News