Luhut Ingin Ekspor Indonesia Langsung ke China



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan, salah satu pembahasan pada High Level Dialogue on the Cooperation Mechanism (HDCM) di Labuan Bajo adalah perihal transportasi.

Luhut ingin agar ekspor Indonesia tanpa transit di Pelabuhan Singapura. Indonesia harus bisa langsung ekspor ke China. Sebab itu, kata Luhut, perlunya ada mitra pelabuhan agar pelaksanaan ekspor secara langsung. 

Baca Juga: Luhut: Pemerintah Janjikan Insentif untuk Tarik Investasi Apple ke Indonesia


Rencananya, mitra tersebut adalah Pelabuhan Ningbo Zhousan Provinsi Zhejiang China. Luhut berharap rute pelayaran ekspor langsung adalah Pelabuhan Kuala Tanjung Sumatra Utara - Pelabuhan Ningbo Zhousan Provinsi Zhejiang China.

"Sehingga nanti Kuala Tanjung itu bisa langsung ekspor mengirim kontainer ke luar negeri, tidak perlu menjadi feeder dari Singapura. Bukan apa apa, tapi ya kita kemandirian Indonesia kita harus tunjukkan juga kedepannya," jelas Luhut dikutip, Rabu (24/4).

Dihubungi secara terpisah, Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan bahwa bagi operator liner dimanapun, volume kargo tentu menjadi kriteria untuk calling disuatu pelabuhan.

"Direct export ke China sangat mungkin dilakukan. Karena saat ini mayoritas produk ekspor kita memang ke China. Jadi volumenya cukup banyak," ujar Carmelita kepada Kontan.co.id.

Menurut Carmelita, tidak logis kalau volume hanya sedikit untuk direct export ke destinasi akhir seperti Kanada. Pastilah melalui Hub International seperti Singapura.

Baca Juga: Luhut Angkat Bicara Soal Heboh Kasus Korupsi PT Timah Tbk

Mengenai pelabuhan ekspor, Carmelita menilai, tergantung pelabuhan mana sebagai export point. Bisa Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Tanjung Priok ataupun Pelabuhan Batam seperti yang baru baru ini dilakukan oleh MV SITC Hakata dan SITC Inchon, milik SITC inc, dari Batuampar Batam ke Shekou China. 

"Apakah ini menambah daya saing produk? Logikanya harusnya iya. Tergantung seberapa efisien biaya pelabuhan kita dibanding melalui hub port," terang Carmelita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto