Luhut: Pelonggaran PSBB bisa saja pemerintah lakukan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memastikan pemerintah, termasuk Presiden Joko Widodo bakal terus memantau perkembangan penanganan pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Maka, ia harap rakyat tidak usah heran jika kebijakan pemerintah dari waktu ke waktu dalam menangani pandemi tersebut bisa berubah.

Namun kebijakan pemerintah itu juga sangat tergantung dari perkembangan dari penanganan virus tersebut. “Karena yang kita hadapi ini adalah virus bukan yang lain,” kata Luhut saat melakukan wawancara dengan RRI Net, akhir pekan kemarin.

Baca Juga: Berawal dari pesan singkat Luhut, UAE langsung kirim bantuan 20 ton alkes ke RI


Misalnya, jumlah pasien corona atau Covid-19 mengalami tren penurunan. BIsa saja pemerintah mulai melonggarkan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Seperti mulai membolehkan aktivitas-aktivitas. Sebab dalam penanganan virus tersebut,  fokus pemerintah memang tidak seluruhnya mengarh ke penanganan corona. “Yah, untuk saat ini sekitar 70% fokus ke corona dan sisanya ke urusan lainnya, termasuk ekonomi, kalau tidak nanti semuanya tidak jalan,” tuturnya.

Baca Juga: Sembuh dari Covid-19, Menhub Budi: Luhut penyelamat saya

Kuncinya adalah ada pada kedisplinan dari masyarakat itu sendiri dalam menerapkan PSBB. Pemerintah sendiri menargetkan kelonggaran pembatasan kegiatan ini bisa saja dilakukan. Menurut  Luhut waktunya bisa pertengahan Juni nanti, tapi bisa juga di akhir Mei ini. 

Bentuk kelonggaran adalah mulai diperbolehkannya pembukaan sarana publik. Ia mengambil contoh Taman Impian Jaya Ancol yang bisa dibuka untuk warga. “Di tempat itukan warga bisa berjemur. Tapi tetap ada syaratnya yaitu harus jaga jarak dan memakai masker,” tuturnya.

Namun itu semua bisa pemerintah lakukan asalkan masyarakat bisa displin diri dalam menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Kuncinya disiplin, kalau tidak, ya kita bersiap akan memakai masker sampai akhir tahun ini,” kata Luhut yang juga terpaksa memakai masker meski sebelumnya tidak menyukai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Markus Sumartomjon