Lunasi obligasi jatuh tempo bulan depan, XL Axiata (EXCL) gunakan kas internal



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT XL Axiata Tbk (EXCL) memiliki obligasi senilai Rp 450 miliar yang bakal jatuh tempo dalam waktu dekat. Tanggal jatuh tempo emisi ini berlangsung pada 16 Oktober mendatang.

Group Head Corpoerate Communications PT XL Axiata Tbk Tri Wahyuningsih memastikan, perusahaan telah memiliki ketersediaan dana untuk melunasi kewajiban tersebut.  "Akan kami lunasi menggunakan kas internal," ujarnya kepada Kontan.co.id belum lama ini.

Menilik laporan keuangan, EXCL tengah memiliki ketersediaan kas yang cukup. Per Juni kemarin, EXCL memiliki kas dan setara kas sebesar Rp 2,41 triliun. Meski begitu, nilai ini turun 43,21% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 4,27 triliun.


Mengingatkan saja, emisi yang bakal jatuh tempo merupakan obligasi Seri B yang diterbitkan 2018 lalu. Seri yang memiliki kupon 9,10% per tahun ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan I Tahap I senilai Rp 1 triliun. 

Baca Juga: Axiata Group lepas 5% saham XL Axiata, begini rekomendasi saham EXCL

Selain seri B, obligasi tersebut juga terbagi ke empat seri lainnya dengan kupon mulai dari 8,25% per tahun hingga 10,30% per tahun.

Steven Gunawan, analis Henan Putihrai memperkirakan, debt to equity ratio (DER) EXCL bakal tetap di level 0,5 kali sepanjang tahun ini hingga 2024. Namun, interest coverage ratio EXCL diperkirakan terus meningkat, mulai daro 5,8 kali tahun ini hingga 6 kali pada 2024.

 
EXCL Chart by TradingView

Steven memiliki sikap bullish untuk saham EXCL. Selain neraca keuangan yang kuat, perfoma kinerja operasional turut membuat margin EXCL menebal.

Menurut Steven, margin kotor dan bersih EXCL tahun ini masing-masing 11,9% dan 3,9%. Sedang untuk tahun depan, kedua margin tersebut diperkirakan naik menjadi 12,6% dan 4%.

Kenaikan tersebut tak lepas dari perkiraan pendapatan EXCL yang tahun ini mencapai Rp 26,77 triliun dan Rp 28,07 triliun tahun depan. Adapun perkiraan laba bersihnya masing-masing Rp 1,03 triliun dan Rp 1,13 triliun tahun depan.

Pendapatan konsolidasi EXCL semester satu tahun ini memang turun 1% seara tahunan. "Namun, dengan mengeluarkan faktor bisnis tower, picocell dan rugi selisih kurs, laba bersih setelah pajak EXCL melesat 212% secara tahunan menjadi Rp 564 miliar.

Dia merekomendasikan buy EXCL dengan target harga Rp 3.100 per saham. Pada perdagangan Kamis (30/9), saham EXCL ditutup menguat 100 poin atau setara 3,4% ke level Rp 3.040 per saham.

Selanjutnya: Pemegang saham terbesar jual 5% saham EXCL, investor harus apa?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi