Luncurkan Buku, Kadin Ungkap Potensi Ekspor Tembus US$ 300 Miliar per Tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkenalkan buku "We Buy From Indonesia" sebagai upaya memperkuat kinerja ekspor nasional melalui pemetaan rantai pasok (supply chain) industri Indonesia yang telah terhubung dengan perusahaan-perusahaan global.

Ketua Umum Kadin, Anindya Novyan Bakrie mengatakan inisiatif buku tersebut tidak hanya berupa katalog produk, tetapi juga dikembangkan sebagai platform teknologi dan perdagangan yang menampilkan produk-produk Indonesia yang telah menjadi bagian dari rantai pasok dunia.

Menurut Anindya, Kadin juga aktif melakukan diplomasi ekonomi dengan berbagai negara dan kementerian untuk memperkuat hubungan dagang. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan Kadin daerah serta asosiasi pelaku usaha agar kolaborasi dalam mendorong ekspor dapat berjalan lebih efektif.


Ia menjelaskan, dalam buku "We Buy From Indonesia" menunjukkan berbagai produk yang diproduksi di Indonesia, baik oleh perusahaan nasional maupun perusahaan global yang memiliki basis produksi di dalam negeri. 

Baca Juga: Survei Kadin: Sentimen Dunia Usaha Melemah di Kuartal II-2026

Sejumlah produk tersebut antara lain berasal dari Pindad, merek sepatu On Cloud, serta Kopiko. Selain itu, Indonesia juga menjadi bagian dari rantai pasok sejumlah perusahaan dunia seperti Tesla, Airbus, Kia, dan IKEA.

Berdasarkan data yang dihimpun melalui platform tersebut, nilai ekspor Indonesia diperkirakan mencapai sekitar US$ 300 miliar dalam setahun.

“Didalam data yang kami buat, teknologi platform yang kami bekerjasama dengan berbagai macam pihak, kami melihat bahwa dalam setahun kurang lebih US$ 300 miliar terjadi sebuah ekspor,” tutur Anindya dalam Pidatonya di Istana Negara, Jumat (31/7/2026).

Dari jumlah tersebut, sekitar US$ 60 miliar berasal dari komoditas seperti batu bara, stainless steel, dan kelapa sawit. Sementara sekitar US$ 240 miliar sisanya berasal dari berbagai sektor manufaktur dan produk lainnya yang melibatkan banyak pelaku usaha Indonesia dalam rantai pasok global.

Baca Juga: Kadin Tanggapi Aturan Ekspor SDA Lewat BUMN, Minta Implementasi Transparan

Anindya mengatakan, salah satu fokus utama Kadin adalah meningkatkan volume pembelian dari para pelanggan yang telah ada sekaligus memperbesar kapasitas produksi para pelaku industri nasional agar mampu memenuhi permintaan pasar internasional.

Ia menambahkan, buku tersebut disusun dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris, dan Mandarin untuk memudahkan promosi kepada calon pembeli dari berbagai negara.

Selain itu, Kadin juga berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk memastikan data yang digunakan dalam platform tersebut akurat. Menurutnya, data tersebut diharapkan tidak hanya membantu dunia usaha, tetapi juga menjadi referensi bagi pemerintah dalam memetakan dan menghitung potensi nilai ekspor Indonesia.

Baca Juga: Kadin: Konflik Global Picu Relokasi Perusahaan ke Indonesia, Begini Faktanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: