Lupakan The Fed, Wall Street rebound didorong kenaikan saham teknologi



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street rebound pada perdagangan Kamis (1/8), didorong kenaikan saham teknologi. Pelaku pasar mulai fokus ke laporan pendapatan perusahaan setelah sebelumnya terseret sinyal hati-hati The Fed tentang kebijakan suku bunganya.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 96,27 poin atau 0,36% menjadi 26.960,54, S&P 500 naik 14,11 poin, atau 0,47%, menjadi 2.994,49. Sedangkan Nasdaq Composite menambahkan 71,57 poin atau 0,88% menjadi 8.246,99.

Baca Juga: Bursa Asia kembali melorot setelah pidato pemangkasan suku bunga The Fed


Bank Sentral AS akhirnya memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran target 2% menjadi 2,25%, Rabu (31/7). Tetapi, Gubernur The Fed Jerome Powell tidak mengisyaratkan serangkaian pemotongan lebih lanjut. Sentimen ini berujung ke aksi jual tajam pada indeks S&P 500 dan Dow Jones.

Meskipun demikian, ketiga indeks utama membukukan kenaikan bulanan kedua berturut-turut pada bulan Juli, menutup buku pada bulan di mana S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi baru.

"Dengan The Fed keluar dari jalan ada kemungkinan bahwa kita semua bisa kembali fokus pada pendapatan dan bagaimana musim pendapatan terus melukiskan gambaran positif secara luas," Chris Beauchamp, kepala analis pasar di IG, dalam catatannya.

Baca Juga: Wall Street memerah pasca The Fed mengurangi prospek pemangkasan suku bunga lanjutan

Asal tahu, hampir tiga pekan laporan pendapatan perusahaan menunjukkan positif. Dari 296 perusahaan di S&P 500 yang telah melaporkan laba kuartal kedua, 74,7% telah mengalahkan estimasi, menurut data Refinitiv.

Sektor teknologi S&P 500, berkinerja terbaik di indeks acuan Wall Street sejauh ini, naik 1,12% setelah penurunan 1,5% di sesi sebelumnya.

Baca Juga: The Fed pangkas suku bunga, tapi tak memberi sinyal penurunan dalam jangka panjang

Verizon Communications Inc naik 1,41%, mendorong kenaikan 0,85% di sektor layanan komunikasi, setelah operator nirkabel mengalahkan estimasi laba kuartalan karena bertambahnya pelanggan telepon baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto