KONTAN.CO.ID – PARIS. Ketika perang Ukraina pecah pada Februari 2022, raksasa barang mewah asal Prancis, LVMH, segera menutup butik-butiknya di Rusia, termasuk Louis Vuitton, Dior, dan Bulgari, bahkan sebelum Eropa menjatuhkan sanksi ekspor terhadap barang mewah. Grup yang dikendalikan miliarder Prancis Bernard Arnault itu juga melepas bisnis ritelnya, termasuk Sephora, meskipun produk mereka tidak termasuk dalam daftar sanksi. LVMH bahkan menyumbangkan €5 juta bagi korban konflik yang disebutnya sebagai “situasi tragis” di Ukraina. Namun di balik langkah tersebut, salah satu aset LVMH di Rusia tetap beroperasi: Grand Hotel Europe di St. Petersburg, yang dimiliki melalui jaringan hotel mewah Belmond.
Hotel Beroperasi Secara Legal, Namun Layani Klien Tersanksi
Pertimbangan Bisnis dan Faktor Geopolitik
Sumber internal menyebutkan bahwa eksekutif LVMH sempat mempertimbangkan menutup hotel tersebut, tetapi memutuskan untuk mempertahankannya demi karyawan lokal. Hotel yang berdiri sejak 1875 di Nevsky Prospekt ini pernah menjamu tokoh dunia, termasuk Raja Inggris saat itu, musisi Elton John, dan komposer legendaris Pyotr Tchaikovsky. Dalam beberapa tahun terakhir, hotel juga menjadi lokasi acara elit Rusia, termasuk pertemuan antara utusan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait konflik Ukraina. Selain itu, hotel telah lama menjadi mitra resmi St. Petersburg International Economic Forum — forum bisnis tahunan yang dipimpin Putin.Aset Strategis Jangka Panjang
Menurut Artem Zhavoronkov dari firma hukum Nordic Star, hotel ini kemungkinan dipertahankan sebagai investasi jangka panjang. Kristian Lasslett dari Ulster University menilai keputusan LVMH bisa mencerminkan ambisi untuk kembali masuk ke pasar Rusia di masa depan, di mana hubungan personal sering menjadi faktor kunci bisnis. Baca Juga: Hennessy Capai Kesepakatan Upah dengan Pekerja di Tengah Tekanan Kinerja LVMH Faktor lain termasuk regulasi Rusia yang mewajibkan perusahaan asing menjual aset dengan diskon besar jika keluar dari negara tersebut.Berbeda dari Rantai Hotel Barat Lain
Sebagian besar jaringan hotel Barat seperti Marriott, Four Seasons, dan InterContinental Hotels Group telah keluar dari Rusia. Beberapa lainnya seperti Hilton hanya menghentikan investasi baru namun tetap beroperasi terbatas.Terima Pembayaran dari Perusahaan Tersanksi
Dokumen pajak menunjukkan hotel menerima pembayaran dari entitas yang terkena sanksi, termasuk:- Unit produsen senjata Rostec
- Anak usaha Tactical Missiles Corp
- Perusahaan pelayaran Sovcomflot
- Raksasa energi Rosneft
- Bank seperti Sberbank, VTB, dan Sovcombank