Macam-Macam Gerhana Matahari: Total, Cincin, Sebagian, dan Hibrida



KONTAN.CO.ID - Mari mengenal macam-macam fenomena Gerhana Matahari. Ada berapa dan seperti apa penampakan Gerhana Matahari?

Ada beberapa fenomena astronomi yang dapat diamati di atas langit dari sudut pandang Bumi.

Termasuk fenomena yang dinamakan dengan gerhana. Menurut laman Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), gerhana adalah fenomena astronomi yang berkaitan dengan bayangan.


Gerhana terjadi saat sebuah objek bergerak lewat di depan objek lain atau objek tersebut masuk ke dalam bayangan objek yang diamati dari permukaan Bumi.

Gerhana dapat terjadi ketika tiga objek berada dalam satu garis, atau dikenal dengan terminologi sygyzy, yang berarti “terhubung bersama” dalam bahasa Yunani.

Gerhana yang dikenal luas melibatkan beberapa benda langit, termasuk Bumi, Bulan, dan Matahari.

Terdapat beberapa macam gerhana Matahari, yaitu Gerhana Matahari Total (GMT), Gerhana Matahari Sebagian (GMS), Gerhana Matahari Cincin (GMC), dan Gerhana Matahari Hibrida.

Berikut penjelasan macam-macam gerhana Matahari yang dapat Anda simak di bawah ini.

Baca Juga: Penampakkan Planet Mars Terkadang Terang dan Redup, Inilah yang Harus Anda Ketahui

Gerhana Matahari Total (GMT)

Gerhana matahari total
© Foto oleh NULL
Daerah di permukaan Bumi yang berada di dalam umbra dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT), saat piringan Matahari tertutup seluruhnya oleh piringan Bulan.

Seiring rotasi Bumi dan revolusi Bulan, bayangan umbra akan bergerak dari barat ke timur yang menghasilkan pita sempit di permukaan Bumi, dikenal dengan jalur totalitas.

Daerah yang berada di jalur totalitas dapat menyaksikan Matahari perlahan masuk ke bayangan Bulan.

Saat itulah peristiwa gerhana Matahari mulai terjadi.

Tertutupnya piringan Matahari berlangsung perlahan selama kurang lebih satu jam hingga tiba pada fase totalitas gerhana, saat piringan Matahari ditutupi sepenuhnya.

Fase totalitas ini akan terjadi selama beberapa menit saja sampai perlahan Matahari meninggalkan bayangan umbra dan gerhana berangsur selesai.

Gerhana Matahari Sebagian (GMS)

Gerhana matahari sebagian
© Foto oleh NULL
Wilayah di permukaan Bumi yang berada di dalam penumbra dapat menyaksikan Gerhana Matahari (GMS), yaitu saat piringan Matahari tidak tertutup sepenuhnya oleh piringan Bulan ketika mencapai fase maksimum gerhana.

Wilayah di permukaan Bumi di luar penumbra tidak dapat menyaksikan gerhana Matahari. Ada kalanya bayangan umbra tidak sampai di permukaan  Bumi.

Hal ini membuat hanya bayangan penumbra yang jatuh sampai ke permukaan Bumi sehingga akan terjadi Gerhana Matahari Sebagian.

Baca Juga: Tanggal 12 Januari 2026: Asteroid Berpotensi Bahaya akan Melewati Bumi, Apakah Aman?

Gerhana Matahari Cincin (GMC)

Gerhana matahari cincin
© Foto oleh NULL
Orbit Bulan mengelilingi Bumi berbentuk elips sehingga akan ada saatnya Bulan berada pada jarak terdekat dari Bumi (perigee) dan terjauh (apogee).

Gerhana Matahari Cincin (GMC) terjadi ketika Bulan berada pada apogee sehingga membuat ukuran piringan Bulan menjadi lebih kecil dibandingkan ukuran piringan Matahari ketika dilihat dari Bumi.

Hal ini menjadikan piringan Bulan tidak dapat menutupi Matahari sepenuhnya dan menyebabkan Matahari terlihat seperti “cincin” saat mencapai fase maksimum gerhana.

Gerhana Matahari Hibrida 

gerhana matahari hibrid
© Foto oleh NULL
Dalam sebuah kejadian gerhana Matahari, ada kalanya jarak Bulan tertentu menghasilkan panjang bayangan umbra yang sampai di permukaan Bumi.

Namun, bayangan tersebut tidak cukup panjang untuk sampai di bagian lain di permukaan Bumi sehingga hanya mendapatkan bayangan antumbra.

Bila hal itu terjadi, gerhana dapat dimulai sebagai cincin, kemudian berubah ke gerhana total, lalu berakhir kembali ke gerhana cincin.

Gerhana inilah yang disebut dengan gerhana Matahari Hibrida.

Gerhana Matahari Hibrida merupakan jenis gerhana yang jarang terjadi, sekitar satu gerhana per dekade.

Hal ini karena jarak bulan dan Matahari terhadap Bumi harus sesuai.

Jika jarak Bulan dan Bumi relatif dekat, hanya umbra yang jatuh di permukaan Bumi, menciptakan gerhana Matahari Total.

Sementara itu jika jarak Bulan dan Bumi relatif jauh, antumbra akan jatuh di permukaan Bumi dan menciptakan gerhana Matahari Cincin.

Baca Juga: Catat! Ini Tanggal Fenomena Langit Supermoon di Tahun 2026

Kendalanya adalah jarak terhadap Matahari dan Bulan yang terus berubah.

Karena rentang jarak yang diperlukan agar terjadi gerhana Matahari Hibrida sangat sempit, sebagian besar konfigurasi gerhana tidak cocok untuk jenis gerhana ini.

Itulah macam-macam Gerhana Matahari yang dapat Anda ketahui lengkap dengan penjelasannya masing-masing. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan.

Tonton: Perdana! Presiden Prabowo Kunjungi IKN

Selanjutnya: Profil Aimal Khan, Pevoli Asal Pakistan Jakarta Bhayangkara Presisi di Proliga 2026

Menarik Dibaca: Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat 9-15 Januari 2026, Detergent Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News