Macet, jalan tol sudah tak mampu tampung pemudik



JAKARTA. Asosiasi Tol Indonesia (ATI) meramalkan, jalan tol akan tetap macet oleh ribuan kendaraan setiap waktu mudik lebaran. Kondisi tersebut diperparah lagi oleh kenaikan jumlah pemudik yang terus bertambah setiap tahunnya.

"Over traffic bisa terjadi manakala pengembangan jalan tol tidak sesuai dengan jumlah kendaraan yang terus bertambah," kata Faturahman, Ketua Umum ATI kepada KONTAN, Kamis (23/8).

Ia menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum seharusnya mencarikan solusi agar tidak terjadi over traffic alias macet parah di jalan tol.


Pada mudik tahun ini saja, jumlah pemudik yang melewati jalan tol berkisar 31.000 unit kendaraan sampai dengan 50.000 unit kendaraan per jamnya.

Banyaknya kendaraan yang melewati jalan tol tersebut tidak seimbang dengan pengembangan jalan tol yang hanya bertambah 25 kilometer (km) per tahun. "Jelas jalan tol kami kalah dengan Malaysia. Di Malaysia angka perluasan jalan tol mencapai 250 Km per tahun," kata Faturrahman. Dia juga mengungkapkan, Indonesia termasuk negara paling lamban dalam membangun jalan tol. Sejak tahun 1978, jalan tol yang terealisasi hanya 762 km. "Bandingkan dengan India, sejak tahun 1985 sudah mampu membangun 2.000 km jalan tol," jelasnya. Dia menyarankan, tahun depan para pemudik menghindari jalan kendaraan roda empat melewati jalan tol yang diperkirakan akan mengalami kemacetan yang bisa lebih parah. "Coba pemudik beralih ke Kereta Api atau Pesawat Terbang. Jangan lewat jalur tol lagi, pasti kena macet," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri