Macron Bertemu Paus Leo XIV, Dorong Penyelesaian Konflik Lewat Dialog



KONTAN.CO.ID -  VATIKAN. Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan kunjungan resmi ke Vatikan dan bertemu Paus Leo XIV untuk pertama kalinya. 

Pertemuan yang berlangsung di Istana Apostolik Vatikan ini menyoroti upaya mendorong perdamaian global melalui dialog dan negosiasi.

Macron tiba di Courtyard of St. Damasus bersama istrinya, Brigitte Macron, dan disambut pejabat Vatikan sebelum melanjutkan agenda ke ruang pertemuan utama. 


Di Sala del Tronetto, Macron dan Paus Leo XIV saling berjabat tangan dan berbincang singkat dalam suasana hangat. 

Baca Juga: Paus Leo XIV Serukan Perdamaian Ukraina Tak Bisa Ditunda Lagi

Ini menjadi pertemuan perdana keduanya, setelah sebelumnya Macron beberapa kali mengunjungi Vatikan pada masa kepemimpinan Paus Fransiskus," tulis Vatikan News seperti dikutip KONTAN, Jumat (10/4/2026).

Usai bertemu Paus, Macron melanjutkan pembicaraan dengan jajaran pejabat tinggi Vatikan di Sekretariat Negara. 

Ia bertemu Kardinal Pietro Parolin selaku Sekretaris Negara Vatikan, didampingi Uskup Agung Paul Richard Gallagher yang menangani hubungan dengan negara dan organisasi internasional.

Paus Leo XIV
© Foto oleh Vatikan News
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menegaskan hubungan baik antara Vatikan dan Prancis. Fokus pembahasan diarahkan pada berbagai isu global, khususnya konflik yang masih berlangsung di sejumlah kawasan dunia. 

Baca Juga: Paus Leo XIV Kecam Kondisi Kemanusiaan di Gaza dalam Khotbah Natal Perdana

Vatikan dan Prancis sama-sama menekankan pentingnya mengedepankan dialog dan jalur diplomasi untuk memulihkan perdamaian serta menciptakan koeksistensi yang harmonis.

Kunjungan Macron ke Vatikan merupakan bagian dari rangkaian lawatannya di Roma sejak 9 April 2026. 

Selain agenda kenegaraan, Macron juga menyempatkan diri bertemu komunitas Sant’Egidio di Basilika Santa Maria in Trastevere, sebuah organisasi Katolik yang dikenal aktif dalam upaya perdamaian dan kegiatan kemanusiaan.

Dalam kunjungan tersebut, Macron memberikan penghormatan kepada Floribert Bwana Chui, aktivis muda asal Kongo yang tewas pada 2007 setelah menolak peredaran makanan tidak layak konsumsi. 

Sosoknya telah dibeatifikasi oleh Gereja Katolik pada Juni 2025.

Baca Juga: Paus Leo XIV: Solusi Dua Negara Kunci Damai Israel-Palestina

Kunjungan ini menegaskan peran diplomasi Vatikan sebagai mitra penting dalam mendorong penyelesaian konflik global, sekaligus memperkuat posisi Prancis dalam upaya membangun stabilitas internasional melalui pendekatan dialog.