JAKARTA. Raksasa angkutan logistik dunia, Maersk Group berniat investasi di Indonesia Timur. Perusahaan peti kemas asal Denmark ini tertarik membuka akses pelayaran internasional di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. Keseriusan Maersk direalisasikan dengan menandatangani letter of intent (LOI) dengan perwakilan pemerintah Indonesia di Jakarta, Kamis (22/10). Perjanjian diteken di depan Pangeran Consort Henrik dari Denmark yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan di Indonesia. Edy Putra Irawady, Deputi Bidang Koordinasi Industri dan Perniagaan Kementerian Koordinator Perekonomian yang mewakili Indonesia bilang, Maersk komitmen membuka jaringan pelayaran di Bitung. "Aksesnya bisa Bitung ke Darwin (Australia), atau Bitung ke Tanjung Pelepas, Johor. Intinya, Bitung jadi hub pelabuhan internasional,” kata Edy Putra kepada KONTAN, Kamis (22/10).
Maersk Group mengincar Bitung
JAKARTA. Raksasa angkutan logistik dunia, Maersk Group berniat investasi di Indonesia Timur. Perusahaan peti kemas asal Denmark ini tertarik membuka akses pelayaran internasional di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. Keseriusan Maersk direalisasikan dengan menandatangani letter of intent (LOI) dengan perwakilan pemerintah Indonesia di Jakarta, Kamis (22/10). Perjanjian diteken di depan Pangeran Consort Henrik dari Denmark yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan di Indonesia. Edy Putra Irawady, Deputi Bidang Koordinasi Industri dan Perniagaan Kementerian Koordinator Perekonomian yang mewakili Indonesia bilang, Maersk komitmen membuka jaringan pelayaran di Bitung. "Aksesnya bisa Bitung ke Darwin (Australia), atau Bitung ke Tanjung Pelepas, Johor. Intinya, Bitung jadi hub pelabuhan internasional,” kata Edy Putra kepada KONTAN, Kamis (22/10).