MAIPARK Kembangkan Produk Baru Berbasis Perubahan Iklim



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Reasuransi MAIPARK Indonesia (MAIPARK) tengah melakukan pengembangan produk baru berbasis risiko banjir dan perubahan iklim.

Presiden Direktur MAIPARK Kocu Andre Hutagalung mengatakan pihaknya tak lama lagi akan mencoba untuk mengenalkan produk baru tersebut ke regulator dan industri.

“Kami sedang diminta untuk mengkaji kemungkinan banjir, kemudian risiko yang berkaitan dengan perubahan iklim. Dalam waktu tidak lama lagi, kami akan datang ke regulator dan industri untuk polis-polis yang cover risiko perubahan cuaca,” ujar Kocu saat ditemui di acara MAIPARK Award 2026 Jakarta, Kamis (7/5/2026).


Baca Juga: MUF Catatkan Kinerja Positif Kuartal I-2026 di Tengah Dinamika Perekonomian

Kocu menambahkan, pengembangan produk tersebut dilakukan berbasis data dan riset internal perusahaan. Dia bilang salah satu fokus utama yang dipersiapkan, yakni penyusunan tarif premi banjir untuk Indonesia berdasarkan model risiko yang dimiliki MAIPARK.

Kocu menjelaskan produk asuransi banjir nantinya tidak akan diterapkan untuk wilayah yang dipastikan mengalami banjir setiap tahun. Sebab, asuransi hanya dapat bekerja pada wilayah dengan tingkat risiko tertentu.

“Untuk yang setiap tahun banjir, itu pasti tidak ada asuransinya. Namun, untuk daerah yang bisa banjir atau tidak, asuransi tentu bisa berperan,” ungkapnya.

Selain itu, Kocu menyampaikan bahwa MAIPARK juga berencana memperluas ekspansi bisnis reasuransi katastropik ke kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) atau Asia Tenggara. Dia juga menyebut ekspansi pasar ASEAN sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. 

"Ekspansi regional menjadi penting karena karakteristik risiko katastropik bergantung pada penyebaran geografis," ucapnya.

Lebih lanjut, Kocu mengatakan pihaknya juga melihat peluang masih dibutuhkannya kapasitas reasuransi untuk menangani risiko bencana alam di sejumlah negara ASEAN. Dia menyampaikan MAIPARK siap melakukan ekspansi regional dengan mengandalkan kemampuan riset dan model risiko yang dimiliki perusahaan.

Baca Juga: Kenaikan Yield SRBI Jadi Magnet Baru bagi Investasi Asuransi

Presiden Komisaris Reasuransi MAIPARK Indonesia Budi Herawan juga berkeinginan agar MAIPARK bisa melebarkan sayapnya ke kawasan ASEAN, sehingga tak hanya bermain di domestik saja. Dia menilai kemampuan riset dan modelling menjadi modal utama MAIPARK untuk tumbuh lebih besar di pasar regional.

“Saya maunya MAIPARK eksis di ASEAN. Jadi, kalau lihat asuransi yang sifatnya katastropik, ingat MAIPARK, tetapi secara ASEAN,” ujar Budi saat ditemui di acara MAIPARK Award 2026.

Menurut Budi, sejumlah negara ASEAN, seperti Vietnam, Kamboja, Myanmar, hingga Filipina, memiliki kebutuhan terhadap kapasitas reasuransi risiko bencana. Dia melihat hal itu bisa menjadi peluang bagi MAIPARK untuk memperluas bisnis di ASEAN.

Terkait kinerja, MAIPARK membukukan laba lebih dari Rp 100 miliar pada 2025. Capaian tersebut menjadi yang pertama kalinya sejak implementasi penuh Pernyataan Standar Keuangan Akuntansi (PSAK) 117. Budi menjelaskan capaian positif MAIPARK itu tak terlepas dari tata kelola perusahaan yang baik.

“Pengelolaan yang benar, akan menghasilkan output yang benar. Tata kelola yang benar, akan menghasilkan laba yang terjaga,” ujar Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News