Makan korban, seorang tewas dalam demo menentang kudeta militer Myanmar



KONTAN.CO.ID - YANGON. Aksi demonstrasi menentang kudeta militer di Myanmar memakan korban jiwa.

Seperti dilansir Reuters, seorang pria tewas di Myanmar pada Sabtu (02/2), ketika polisi melepaskan tembakan untuk membubarkan para penentang kudeta militer di kota kedua Mandalay, demikian laporan dari media dan layanan ambulans.

Mereka mengatakan, polisi dan pekerja galangan kapal yang mogok saling berhadapan berjam-jam di Mandalay dan beberapa orang dengan luka serius dibawa ke rumah sakit setelah polisi menembakkan senjata untuk membubarkan massa.


Baca Juga: Gelombang aksi unjuk rasa menentang kudeta di Myanmar masih berlanjut

Seorang pria meninggal karena luka di kepala, menurut pekerja media termasuk Lin Khaing, asisten editor di outlet media Voice of Myanmar di kota, dan layanan darurat Mandalay.

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui utusan khususnya mengingatkan militer Myanmar akan konsekuensi berat yang bakal mereka terima jika ada tindakan keras terhadap demonstran yang menentang kudeta militer.

Utusan khusus PBB Christine Schraner Burgener pada Senin lalu (15/2) berbicara langsung dengan perwakilan junta militer Myanmar terkait keamanan warga Myanmar pasca kudeta.

Burgener menegaskan bahwa hak berkumpul secara damai harus sepenuhnya dihormati. Dengan itu, para demonstran tidak boleh dikenakan kekerasan.

Selanjutnya: Pasca tudingan impor walkie talkie, polisi Myanmar ajukan tuntutan baru atas Suu Kyi

Editor: Khomarul Hidayat