Makan Selai Kacang Bisa Bikin Jerawat Muncul?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jerawat baru muncul bisa disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Benarkah selai kacang bisa memicu jerawat?  

Jerawat masalah kulit yang bisa menyerang siapa saja. Jerawat umumnya muncul di muka, dahi, dan juga punggung. 

Baca Juga: Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Menghilangkan Bekas Jerawat


Mengutip dari Healthline, jerawat muncul saat minyak memerangkap sel kulit mati dan kotoran di dalam folikel rambut. 

Peradangan, bakteri, hormon, dan faktor lainnya bisa memicu munculnya jerawat. 

Bahkan makanan yang dikonsumsi sehari-hari juga bisa memicu munculnya jerawat. 

Selai kacang, salah satu makanan yang kerap disebut-sebut memicu munculnya jerawat. 

Benarkah hal tersebut? 

Tidak ada penelitian yang secara langsung menyelidiki hubungan selai kacang dengan jerawat. Tapi, tambahan gula dalam beberapa selai kacang dan senyawa di dalamnya seperti asam lemak omega 6 bisa membuat jerawat semakin memburuk bagi beberapa orang. 

Berikut hasil penelitian kandungan selai kacang yang dianggap bisa memperparah kondisi jerawat. 

Lemak trans 

Sebagian orang beranggapan bahwa selai kacang tidak baik dikonsumsi penderita jerawat karena mengandung lemak trans. 

Memang, makanan cepat saji berminyak atau olahan mengandung lemak trans memiliki hubungan kuat dengan jerawat. 

Hasil penelitian tahun 2006 menunjukkan bahwa kadar lemak transa dalam selai kacang hampir tidak terdeteksi. 

Lemak jenuh 

Hasil sebuah penelitian tahun 2014 mencatat hubungan antara lemak jenuh dan jerawat yang semakin memburuk di antara 248 peserta berusia 18-25 tahun. 

Asal tahu saja, satu porsi atau 45 gram selai kacang mengandung 1,54 gram lemak jenuh, jumlah yang serupa dengan beberapa minyak. 

Namun, dalam jumlah sedang, lemak jenuh tidak berbahaya. Pola makan tinggi lemak jenuh yang mungkin mengandung banyak makanan olahan dan gorengan bisa meningkatkan risiko penyakit kronis. 

Omega 6 

Tubuh membutuhkan asupan omega 6 dan omega 3, tapi menjaga keseimbangan yang tepat adalah kuncinya. 

Omega 6 yang dikonsumsi secara berlebihan bisa memicu masalah kesehatan. 

Jerawat merupakan penyakit radang kronis, jadi ketidakseimbangan yang mendukung omega 6 pro inflamasi bisa memperburuk masalah kulit. 

Hasil sebuah penelitian 2017 menyimpulkan bahwa kadar omega 6 yang tinggi dalam makanan bisa menyebabkan peningkatan jerawat. 

Aglutinin kacang tanah 

Aglutinin kacang adalah sejenis protein yang disebut dengan lektin. 

Lektin sulit dicerna oleh tubuh dan bisa mengiritasi usus kecil. Kerusakan ini bisa menyebabkan peningkatan permeabilitas usus, sehingga memudahkan zat di usus bocor ke aliran darah. 

Sebuah hasil penelitian tahun 2019 menunjukkan bahwa permeabilitas usus bisa menyebabkan jerawat, peradangan, dan membahayakan sistem kekebalan tubuh. 

Namun, penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk mengetahui hubungan keduanya. 

Gula tambahan 

Banyak selai kacang yang mengandung gula atau pemanis tambahan. Dalam satu porsi selai kacang mengandung sekitar 4,72 gram gula. 

Penelitian tahun 2012 menunjukkan bahwa tingginya asupan gula tambahan berkontribusi pada kemunculan jerawat.

Artinya, selai kacang yang mengandung gula tambahan dan dikonsumsi secara teratur bisa menyebabkan munculnya jerawat. 

Cara mencegah munculnya jerawat 

Untuk mencegah jerawat, American Academy of Dermatology Association merekomendasikan diet rendah glisemik yang mengandung banyak makanan seperti biji-bijian, sayuran, sumber protein tanpa lemak, lemak sehat, dan buah-buahan. 

Berikut cara lainnya yang efektif mencegah munculnya jerawat: 

  • Mencuci wajah dua kali sehari dengan sabun yang lembut 
  • Menghindari scrub dan produk kasar lainnya 
  • Menghindari paparan sinar matahari langsung 
  • Tidak menggunakan tanning bed
  • Mencuci rambut secara teratur 
  • Jangan menggaruk atau memencet jerawat atau bekas lukanya. 
Baca Juga: 6 Makanan yang Bikin Jerawat Semakin Parah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tri Sulistiowati