Makan sushi dapat empat puluh dua juta sebulan



Rasanya kita sudah tidak asing lagi dengan makanan sushi. Itu lo makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk. Biasanya lauknya itu beruapa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut sebab dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula.

Biarpun Anda sudah biasa makan sushi rasanya perlu mencoba sushi yang satu ini.  Soalnya sushi yang satu ini yang bikin Ike Sushi. Rasa sushi yang satu ini beda. Kelebihan Ike Sushi terletak pada pengemasan sushi yang praktis dan efisien. “Selain itu, sajian rasa sushi cita rasa Indonesia dan konsep desain gerai yang menarik,” ujar Nanda.

Eh, siapa Nanda? Nanda, lengkapnya Nanda Sugiono, merupakan salah satu dari tiga orang pendiri Ike Sushi. Dua orang lainnya dalah Joko Bill dan Ferianto. Ike sushi berdiri 17 Agustus 2014 di Palembang.


Ada 20 varian dengan tiga tipe jenis sushi yang dijual di Ike Sushi. Tiga jenis itu adalah sushi ikat, sushi gulung, dan signature dish. Menu andalan Ike Sushi yang banyak dicari adalah burning fantasy, hairy lake, hot n wild, wet lubricants, long shoot, dan lainnya. Harga jual menu dari  Rp 15.000 hingga Rp 45.000 per porsi. Ayo, patut dicoba tuh.

Perihal makan sushi dapat Rp 42 juta itu bagaimana? Maksudnya, Ike Sushi yang  mulai menawarkan kemitraan usaha pada Februari 2016 itu memperkirakan mitranya bisa meraup omzet Rp 1,4 juta per hari atau sekitar Rp 42 juta per bulan. Begitu.

Kemitraan yang ditawarkan Ike Sushi senilai Rp 180 juta. Mitra akan mendapat fasilitas bahan baku awal sushi senilai Rp 20 juta, biaya sewa tempat awal senilai Rp 4 juta, dan biaya gaji pegawai di awal.

Aduh, jadi tertarik pengen mencoba sushi dan kemitraannya, Kalau begitu, ayo dah kita ke Jalan Tanjung Sari II No. 60, Palembang. Kalau takut tersasar hubungi saja 08117801011. Nah, ayo kita santap si sushi.

Sudah makan sushi, tapi haus. Jangan takut, kita minum cokelat dingin saja. Tinggal pilih kok ada  cokelat original, cokelat susu, cokelat kopi, cokelat keju, cokelat kacang. Selain itu, ada juga cokelat panas.

Kok, bisa banyak pilihan seperti itu? Ya, bisalah, kan itu minuman dari Bali Cokelat. Itu lo yang alamatnya di Jalan Cibubur III No. 17, Ciracas, Jakarta Timur,  nomor yang bisa dihubungi 081234548100. Bali Cokelat didirikan Ria Indra pada Desember 2015 dan langsung menawarkan kemitraan.  

Keistimewaan Bali cokelat dibandingkan dengan minuman sejenis, menurut Ria,  bubuk cokelat yang digunakan berasal dari olahan cokelat murni, sehingga menghasilkan mutu dan kualitas yang baik. Selain itu, bahan baku juga bebas pemanis, pengawet, dan perasa.

Kalau mau memboyong usaha ini, Bali Cokelat menawarkan lima paket insvestasi, yaitu paket Rp 5 juta, paket booth standar Rp 6,5 juta, paket mal Rp 15 juta, paket medium Rp 50 juta, dan paket eksklusif Rp 200 juta. Paket termurah akan mendapat peralatan usaha standar, alat promosi, dan bahan baku awal. Paket Rp 6,5 juta akan memperoleh tambahan gerobak. Pusat enggak  mengutip biaya royalti, namun mitra wajib membeli bahan baku dari pusat.

Harga jual sekitar Rp 6.000−Rp 8.000 per gelas. Target penjualan sekitar 100 gelas−200 gelas per hari untuk satu gerai. Jika tercapai, omzet yang didapatkan bisa mencapai Rp 800.000−Rp 1,6 juta per hari atau sekitar Rp 20 juta saban bulan.

Eh, minuman cokelat katanya bisa menghilangkan stres,tapi  biar stres hilang dan lebih bergairah bagaimana kalau kita  menikmati music rock sambil kongko. Wah, asyik banget tuh. Karena itu, ayo kita ke Classic Rock Cafe di Jalan Lembong No. 1, Bandung, Jawa Barat. Kalau pengin tanya-tanya dulu, silakan telepon ke 08112211469.

Oke, kita buru-buru ke kafe ini. Bukan apa-apa, di kafe ini kita bakal dimanjakan lewat sajian lagu-lagu rock klasik. Lagu-lagu yang dibawakan, mulai dari hard rock, 80's rock, 70's classic rock, tribute nite, Indo classic rock, hingga rock n' roll, blues. Segmentasi pasar kafe ini adalah penikmat musik rock kalangan menengah ke atas berusia di atas 30 tahun.

Kafe ini sudah berdiri sejak 2004 silam. Sukwoto Gampang, si pemilik usaha bilang, sejumlah legenda musik rock tanah air sudah pernah tampil di kafenya, seperti Ahmad Albar, Andi Rif, Pas Band, Abadi Soesman, Ian Antono, Edane, Elpamas, Doddy Katamsi, dan Candil.

Pengin bisa setiap saat ke kafe ini bawa saja usaha kafe ini ke dekat rumah. Soalnya, Sukwoto sudah menawarkan kemitraan usaha sejak 2015.

Paket investasi yang ditawarkan berkisar Rp 400 juta hingga Rp 500 juta. Biaya tersebut meliputi franchise fee Rp 100 juta per lima tahun, pelatihan karyawan, serta desain interior dan eksterior.

Pusat juga mengutip biaya royalti 3,5% dari omzet. "Biaya itu belum termasuk sewa tempat. Luas tempat usaha sekitar 150 m² hingga 200 m² yang bisa menampung hingga 100 kursi," katanya.

Sukwoto menghitung, satu gerai biasanya mengantongi omzet sekitar Rp 125 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya-biaya operasional, laba bersih sekitar 30% dari omzet.

Sudah sikat saja kafe rock, tapi jangan lama-lama. Soalnya, kita sudah harus berpisah. Tapi, sebelum berpisahkan, kita dengar dulu kata bijak dari Bob Sadino, wirausahawan top Indonesia, yang semoga dapat menambah semangat kita untuk berwirausaha.  Bob Sadino pernah berkata, ”Jadikan keluarga sebagai motivator dan pemberi semangat saat baru menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin menguras waktu dan tenaga Anda.” Salam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News